Breaking News:

Berita Jepara

Kumpulkan Pegiat Media Sosial, Bupati Jepara Minta Berantas Berita Hoaks

Bupati Jepara mengatakan bermedia sosial harus diimbangi dengan kesadaran literasi yang tinggi. Hal itu untuk membentengi diri dari berita bohong.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemkab Jepara
Bupati Jepara Dian Kristiandi saat memberikan pemaparan di depan sejumlah penggiat media sosial, di Gedung Shima, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bupati Jepara mengatakan bermedia sosial harus diimbangi dengan kesadaran literasi yang tinggi. Hal itu untuk membentengi diri dari berita atau infomarsi bohong.

Sayangnya, di Kabupaten Jepara perbandingan jumlah orang membaca buku itu 1:1000. Rendahnya kesadaran literasi ini mengakibatkan warga sulit membedakan mana berita benar, mana berita keliru, terutama di media sosial.

Dia meyakini setiap orang warga Jepara hampir pasti punya akun media sosial.

Tapi itu tidak menjamin setiap pengguna media sosial biar terhindar dari narasi berita yang keliru.

Baca juga: Atta Halilintar Optimistis Meski Klubnya Tergabung di Grup Neraka Liga 2 2021

Baca juga: Keinginan 2 Atlet Sragen Jika Juara PON XX Papua, Ingin Jadi PNS, Bupati: Selesaikan Kuliahnya Dulu

Baca juga: Karaoke Liar Tanjung Emas Semarang Belum Respon SP 2 Kelurahan, Tetap Buka

"Kalau semua orang mampu memilah dan memilih informasi apa yang disampaikan kepada masyarakat. Maka tidak akan menghalangi prises pembanguna  di negeri ini, termasuk di dalamnya Kabupaten Jepara," kata pria yang disapa Andi, saat menghadiri pertemuan dengan penggiat media sosial, di Gedung Shima, Kamis (16/9/2021).

Menurut Andi, forum pertemuan seperti ini bisa jadi satu bagian untuk mengedukasi, memberikan informasi, dan sosialisasi.

Harapannya, kata dua, masyarakat paham bagaimana menggunakan media sosial.

"90 persen warga Jepara pegang medsos. Yang itu belum punya landasan dan komitmen membangun warga masyarakat. Bangun komitmen satu awak media sosial merah putih. Bisa artikan meran itu menjunjung tinggi bendera. membutuhkan langkah berani dan bersih," imbuhnya.

Tentu, katanya, itu proses yang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Harus berangkat dari dasar pemahaman literasi yang baik.

Dia meminta kepada penggiat media sosial di Jepara memberantas berita hoaks.

Karena hal-hal itu banyak membuat kita terpeselet.

Baca juga: Hadapi Musim Hujan, Pemkab Batang Antisipasi Banjir Tahunan 

Baca juga: Enaknya Pengantin di Kebumen, Urusan KK, KTP hingga Akta Kelahiran Anak Difasilitasi Pemerintah

Baca juga: Ayah Taqy Malik Baru Dua Kali Ketemu Marlina hingga Langsung Nikahi Model Seksi Itu

"Saya pesan media sosial punya peran penting siapa yang punya pegang kendali. Jadi ini baguan penting untuk bersama-sama membangun pembangunan di Jepara. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved