Breaking News:

6-7 Negara bakal Investasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

akan ada beberapa perusahaan asing yang berniat membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Editor: Vito
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indonesia baru saja mengawali pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Karawang, yakni PT HKML Battery Indonesia, dengan nilai investasi 1,1 miliar dollar AS, atau setara Rp 15,62 triliun (kurs Rp 14.200), pada Rabu (15/9).

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia menyampaikan, akan ada beberapa perusahaan asing yang berniat membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia.

"CATL (Contemporary Amperex Technology) dalam proses. Doakan, Insya Allah tahun-tahun ini juga akan mulai groundbreaking-nya," katanya, secara virtual, Jumat (17/9).

Untuk perusahaan lain, Bahlil tidak dapat menyebutkan, karena belum terjadi penandatanganan kerja sama, dan baru dalam tahap pembicaraan, termasuk dari Eropa.

"Beberapa negara lain yang akan masuk, tapi tidak boleh saya umumkan dulu, tunggu saya teken dulu, baru diumumkan. Mungkin sekitar enam sampai tujuh negara yang akan masuk ke Indonesia," paparnya.

Produsen baterai asal Tiongkok, CATL dikabarkan akan berinvestasi senilai 5 miliar dollar AS untuk merealisasikan pembangunan pabrik baterai.

CATL telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam. Perusahaan pelat merah itu akan memasok bahan baku pembuatan baterainya.

Bahlil menyebut, Indonesia merupakan penghasil bahan baku energi terbesar di dunia, 25 persen di antaranya merupakan sumber daya alam nikel. Maka tak heran, banyak negara yang ingin terlibat dalam industri kendaraan listrik Indonesia.

"Makanya Indonesia kita jadikan suatu negara pusat produsen baterai mobil. Dalam bayangan saya, karena kita 25 persen menguasai bahan baku nikel di dunia, harusnya kita berbangga besar. Kita memberikan ruang kompetisi yang fair," ucapnya.

Sementara terkait dengan perkembangan rencana investasi Tesla yang turut berniat membangun pabrik baterai di Indonesia, Bahlil mengaku belum memonitor perkembangan terbaru hal tersebut.

"Soal Tesla ini kebetulan ditangani langsung oleh tim yang ada di Kemenko Marinves, mungkin lebih detailnya mereka yang ini, kami juga tahu tapi tidak up to date, di Kemenko yang lebih tahu kekinian," ucapnya.

Saat peresmian peletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik baterai mobil listrik proyek Hyundai Motor Group dengan LG Energy Solution, Bahlil sempat mengungkapkan, Indonesia akan memulai produksi mobil listrik paling lambat pada Mei 2022. (Tribunnews/Kompas.com)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved