Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Berkaca Dari Pendarahan Otak Tukul Arwana, Begini Cara Bedakan Sakit Kepala Berbahaya

Berkaca dari peristiwa yang dialami komedia Tukul Arwana, bagaimana cara membedakan sakit kepala biasa dengan sakit kepala yang berbahaya?

Editor: rival al manaf
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Berkaca dari peristiwa yang dialami komedia Tukul Arwana, bagaimana cara membedakan sakit kepala biasa dengan sakit kepala yang berbahaya?

Seperti diberitakan sebelumnya, Tukul Arwana dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan di otak.

Ia disebut sempat mengalami pusing yang tak biasa sebelum dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Kamis Pagi, Kerabat Tukul Arwana di Semarang Tahu jika Komedian Itu Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca juga: Tukul Arwana Dikabarkan Meninggal Dunia, Cek Faktanya

Baca juga: Tukul Arwana Jalani Operasi Selama 3 Jam, Manajer Ungkap Kondisi Terkini

"Sebelum maghrib (dibawa ke rumah sakit). Kelihatannya pusing pusing, yaudah dibawa ke dokter," kata Jaka, penjaga rumah Tukul Arwana dikutip dari kanal YouTube MOP Channel, Kamis (23/9/2021).

Lantas, pusing seperti apa yang bisa menjadi tanda bahaya?

Dilansir dari MedlinePlus, sakit kepala adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di kepala, kulit kepala, atau leher.

Jenis sakit kepala yang umum termasuk sakit kepala tegang, migrain, sakit kepala sinus, dan sakit kepala yang dimulai di leher Anda.

Anda mungkin mengalami sakit kepala ringan karena pilek, flu, atau penyakit virus lain yang disertai demam rendah.

Penelitian menunjukkan, sakit kepala yang umum seperti ini tidak berbahaya atau tidak mengancam nyawa.

Tanda pusing yang berbahaya

Namun perlu diketahui, ada beberapa sakit kepala atau pusing yang menjadi tanda dari masalah yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis segera.

Masalah dengan pembuluh darah dan pendarahan di otak dapat menyebabkan sakit kepala.

Masalah-masalah ini meliputi:

Hubungan abnormal antara arteri dan vena di otak yang biasanya terbentuk sebelum lahir.

Masalah ini disebut malformasi arteriovenosa, atau AVM.

Aliran darah ke bagian otak berhenti.

Ini disebut stroke.

Melemahnya dinding pembuluh darah yang bisa pecah dan berdarah ke otak.

Ini dikenal sebagai aneurisma otak.

Pendarahan di otak.

Ini disebut hematoma intraserebral.

Pendarahan di sekitar otak.

Ini bisa berupa perdarahan subarachnoid, hematoma subdural, atau hematoma epidural.

5 tanda pusing yang berbahaya

Ada 5 gejala pusing yang menjadi tanda bahaya sehingga membutuhkan perawatan di hari yang sama atau darurat, seperti dilansir dari NPR (5/5/2021).

Sakit kepala petir, kepala terasa sangat pusing dan sakit dalam waktu singkat

Sakit kepala atau pusing yang muncul tiba-tiba, hanya dalam hitungan detik, harus diwaspadai.

Sakit kepala ini muncul dengan intensitas yang tak tertahankan dan rasa sakit memuncak dalam waktu kurang dari satu menit dan dapat terjadi dalam waktu lebih lama.

Kondisi ini disebut sakit kepala petir dan pasien yang mengalaminya sering kali menggambarkan sensasi ini sebagai ledakan di kepala.

Mia Minen, seorang ahli saraf dan kepala penelitian sakit kepala di NYU Langone Health mengatakan bahwa nilai rasa sakitnya 10 dari 10.

Sakit kepala petir adalah tanda dari sesuatu yang serius.

Sakit kepala ini sering dihubungkan dengan pendarahan otak seperti aneurisma yang pecah atau pendarahan lainnya, hingga sering dikaitkan dengan lesi lain di otak.

Sebagai perbandingan, sakit kepala yang tidak mengancam jiwa seperti migrain atau sakit kepala biasa membawa intensitas rasa sakit yang sama, rasa sakitnya cenderung bertahap, dan mungin didahului dengan gejala sensorik seperti penglihatan berkunang-kunang.

Jika Anda merasakan sakit kepala petir, segera pergi ke ruang gawat darurat.

Perlu diingat, kondisi ini bisa terjadi pada semua kelompok usia, dengan atau tanpa riwayat sakit kepala, dan disertai atau tidak dengan gejala lain seperti muntah atau pingsan.

Gejala sistem saraf

Pusing berbahaya lainnya adalah yang bisa menjadi gejala sistem saraf atau stroke.

Orang yang mengalami pusing disertai dengan seluruh tubuh mendadak terasa lemah (atau hanya lengan atau kaki), mati rasa, perubahan dalam berbicara, kebingungan atau kesulitan memahami dan mengekspresikan pikiran dengan jelas, wajah terkulai atau kesulitan berjalan secara tiba-tiba harus segera mendapat perawatan medis darurat.

Sakit kepala saat bergerak

Kelompok gejala berikutnya ini layak mendapat perhatian pada hari yang sama oleh penyedia perawatan primer Anda.

Perhatikan apakah sakit kepala semakin terasa tajam ketika dibarengi gerakan sehari-hari seperti membungkuk, berguling di tempat tidur, atau bahkan mengejan saat Anda buang air besar.

Jika jawabannya iya, itu mungkin bukan sakit kepala biasa.

Kondisi seperti ini sering disebut sebagai sakit kepala "postur".

Ini bisa menjadi tanda adanya massa yang menekan otak atau sumsum tulang belakang, dan mungkin terjadi pembekuan darah di otak.

Jenis sakit kepala ini mungkin disertai muntah.

Baca juga: Tukul Arwana Mendadak Pusing, Ternyata Alami Pendarahan Otak

Baca juga: AKP Ega Ungkap Kondisi Terkini Tukul Arwana Seusai Dilarikan ke RS Gara-gara Pendarahan Otak

Baca juga: Tukul Arwana Kebanjiran Ucapan Selamat Menempuh Hidup Baru gara-gara Fotonya Bersama Anak

Leher kaku

Tanda lain yang harus diperhatikan: seiring dengan mulainya sakit kepala, leher Anda terasa sangat kaku sehingga sulit, bahkan menyakitkan, untuk digerakkan.

Ini bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang terjadi di otak, sumsum tulang belakang atau cairan di sekitarnya.

Biasanya karena meningitis. Kondisi ini layak untuk pemeriksaan medis pada hari yang sama, bahkan jika tidak ada tanda infeksi lain, seperti demam.

Menurut WebMD, pendarahan otak adalah sejenis stroke, yang mana kondisi ini disebabkan oleh arteri di otak pecah dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya.

Kondisi pendarahan yang berlokasi di organ tersebut membunuh sel-sel otak.

Pendarahan otak juga disebut pendarahan intrakranial, atau pendarahan intraserebral.

Kondisi medis ini menyumbang sekitar 13 persen dari penyebab stroke. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tukul Arwana Sempat Pusing, Ini 5 Tanda Sakit Kepala yang Berbahaya"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved