Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Kirinyuh, Tumbuhan Obat Diabetes, Hipertensi, Maag Hingga Turunkan Kolesterol

Kirinyuh (Chromolaena odorata L)merupakan tumbuhan herba perennial yang jamak dijumpai di hampir seluruh Indonesia

Tayang:
Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Kirinyuh, Tumbuhan Obat Diabetes, Hipertensi, Maag Hingga Turunkan Kolesterol 

TRIBUNJATENG.COM - Kirinyuh (Chromolaena odorata L)merupakan tumbuhan herba perennial yang jamak dijumpai di hampir seluruh Indonesia.

Sifatnya yang invasive menjadikannya musuh bagi pemilik lahan pertanian maupun perkebunan.

Namun siapa sangka gulma liar ini kaya akan manfaat.

Manfaat
1. Anti diabetes
Daun kirinyuh dapat mencegah dan mengobati penyakit diabetes. Daun kirinyuh mampu mengendalikan kadar gula darah secara maksimal, sehingga mampu melindungi tubuh dari ancaman diabetes.

2. Meredakan Veritigo.

Rebusan daun Kirinyuh dipercaya masyarakat dapat meredakan vertigo. Vertigo ini merupakan kondisi dimana seseorang mengalammi pusing sampai sensasi berputar dan mual hingga muntah.

3. Mengobati Maag.

Bagi penderita maag tidak ada salahnya mencoba daun kirinyuh. Daun kirinyuh ini mampu menyeimbangkan kadar asam di lambung, sehingga sakit maag anda akan berangsur membaik.

4. Menurunkan kolesterol.

Menurut beberapa sumber, daun kirinyuh secara aktif akan mengeluarkan kolesterol jahat dalam tubuh, jika anda sering mengonsumsinya. Karenanya daun kirinyuh dapat menyehatkan jantung, karena dapat menurunkan kolesterol.

5. Anti hipertensi.

Selain menurunkan kolesterol berlebih, daun kirinyuh juga mencegah anda terkena darah tinggi atau hipertensi. Daun ini bisa mencegah tekanan darah agar tidak terlalu tinggi. Masyarakat di berapa tempat juga menunjukkan pengunaan kirinyuh sebagai antisipasi hipertensi. Para terapis alternatif diantaranya ada yang merekomendasikan penggunaan daun kirinyuh untuk mereka yang dilanda masalah hipertensi.

Morfologi
Tubuhan ini bisa mencapai ketinggian hingga 3 meter. Daunnya berbentuk oval, lebih lebar dibagian bawahnya yang meruncing ke arah ujung daun.

Panjang daun 6 – 10 cm dan lebarnya 3 – 6 cm. Tepi daun bergerigi, menghadap ke arah pangkal, dan terletak berhadapan. Bunga terletak di ujung cabang atau terminal, tiap karangannya terdiri dari 20 – 35 bunga. Bunga memiliki warna kebiruan dan menjadi cokelat saat menua.

Serentak berunga pada musim kemarau selama 3 – 4 minggu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved