Guru Berkarya

Media Video Efektif Tingkatkan Kebugaran Jasmani

Pada masa pandemi seperti ini, pembelajaran di semua jenjang dilaksanakan secara daring. Termasuk mata pelajaran PJOK.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Heri Kiswanto SPd, Guru SDN 02 Kayupuring Kabupaten Pekalongan 

Oleh: Heri Kiswanto SPd, Guru SDN 02 Kayupuring Kabupaten Pekalongan

PADA masa pandemi, pembelajaran di semua jenjang dilaksanakan secara daring. Termasuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Padahal pembelajaran daring menjadikan peserta didik diam di satu tempat untuk menyimak materi dan mengerjakan tugas.

Kurangnya aktivitas peserta didik dapat membuat imunitas menurun. Di sinilah peran guru PJOK dibutuhkan untuk meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik agar memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik. Menurut Agus Mukhlolid (2004), kebugaran jasmani adalah kemampuan dan kesanggupan untuk melakukan aktivitas atau kerja, mempertinggi daya tahan kerja dengan tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Kebugaran jasmani ini merupakan salah satu materi yang harus dipelajari pada setiap jenjang pendidikan. Termasuk  peserta didik kelas 5 SDN 02 Kayupuring Kabupaten Pekalongan.

Dalam kenyataannya, pembelajaran PJOK di SDN 02 Kayupuring yang seharusnya lebih banyak praktik ini sulit dilakukan karena tidak ada interaksi langsung. Tidak adanya contoh langsung yang diberikan guru membuat peserta didik susah memahami materi yang dimaksud. Pemberian materi yang hanya dibagikan melalui grup WhatsApp dalam bentuk tulisan tidak menarik minat peserta didik. Kurangnya variasi media yang digunakan menjadikan peserta didik cepat merasa bosan. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi peserta didik hanya 36%.

Berdasarkan masalah tersebut, diperlukan media yang menarik dan mampu membuat peserta didik memahami materi yang disampaikan. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan penggunaan media video.

Video merupakan media yang menampilkan unsur gambar dan suara dalam waktu bersamaan. Menurut Rusman (2012:220) media video mempunyai beberapa kelebihan antara lain dapat memberikan pesan yang dapat diterima lebih merata oleh siswa.

Kemudian video sangat bagus untuk menerangkan suatu proses. Selanjutnya video mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, lebih realistis, dan dapat diulang atau dihentikan sesuai kebutuhan.

Untuk penerapannya, guru perlu mempersiapkan beberapa hal. Pertama, guru memilih kegiatan yang mudah dilakukan peserta didik di rumah dan berguna untuk melatih kebugaran jasmani. Khususnya melatih daya tahan jantung, yaitu jogging dan lompat tali. Selanjutnya, guru menyiapkan video dengan materi yang sudah ditentukan dan mengunggahnya pada kanal Youtube. Youtube dapat memudahkan peserta didik untuk mengakses hanya dengan mengklik link yang sudah guru bagikan. Peserta didik juga dapat mengunduh terlebih dahulu agar bisa dilihat berulang-ulang.

Ada beberapa langkah pembelajarannya. Pertama, guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran kebugaran jasmani. Kedua, guru melakukan apersepsi dan mengondisikan peserta didik. Ketiga, guru membagikan link youtube pada peserta didik. Peserta didik kemudian menyimak video tersebut.

Keempat, peserta didik mempraktikkan kegiatan jogging dan lompat tali seperti yang dicontohkan. Kelima, peserta didik melaporkan pada guru jika sudah menyelesaikan kegiatan. Keenam, guru memberikan umpan balik pada peserta didik yang sudah praktik. Terakhir, guru melakukan evaluasi pembelajaran.

Pembelajaran kebugaran jasmani dengan media video ini  mampu meningkatkan partisipasi peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan peserta didik dalam pembelajaran mencapai 87%. Berarti 87% peserta didik  sudah melaksanakan kegiatan kebugaran jasmani seperti yang dicontohkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved