Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Book Lover

Aster Belajar Jadi Pemimpin dari Bacaan Buku Biografi Tokoh Dunia Kesukaannya

Dari kebiasaan membaca buku yang bercerita tentang perjalanan hidup para tokoh dunia itu, Asteria T Hesty dapat mengambil banyak pelajaran.

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Asteria T. Hesty 

Perempuan asal Yogyakarta tersebut menjelaskan, selain membaca buku-buku tentang biografi para tokoh berpengaruh, di sela-sela waktu untuk memecah kebosanan dirinya juga membaca novel-novel terjemahan.

Kebanyakan, novel yang dibacanya lebih banyak bertema petualangan atau tentang keluarga maupun traveling.

“Kebiasaan membaca ini juga saya apa ya, dapat dibilang paksakan ke anak-anak ditengah banyakya teknologi. Kebetulan suami seorang motivator, jadi tidak masalah soal itu. Paling, kayak saya kasih penghargaan aja apabila mereka berhasil mengkhatamkan satu buku,” ucapnya

Aster mengungkapkan, dari sekian buku biografi yang dibacanya terdapat satu buku dianggapnya cukup menarik yakni karya Walter Isaacson berjudul Steve Jobs: The Exclusive Biography.

Menurutnya, buku itu mengupas lebih detail perjalanan Steve Jobs dalam membangun bisnis teknologi Apple.

Pada buku setebal 448 tersebut, menjelaskan tentang proses kreatif sang tokoh pada masa-masa awal, termasuk beragam ambisinya menyoal revolusi teknologi di mana menemui banyak tentangan namun berhasil dibuktikan.

Setelah berhasil membuat terobosan teknologi, seorang penemu juga mesti mengetahui tata cara mengelola bisnis.

Baca juga: Ajaib Jadi Unicorn Fintech Investasi Pertama di Asia Tenggara

Baca juga: Bupati Wihaji: Peluang Kerja Industri di Batang untuk Disabilitas Terbuka Lebar

Baca juga: Sudah Empat Bayi Dibuang di Semarang, Pengamat: Kurangnya Akses Kesehatan Reproduksi

Sebab, tanpa adanya pembeli dari hasil temuan kebaruan teknologi inovasi-inovasi berikutnya menjadi terkendala.

Di sini lanjutnya, digambarkan Steve Jobs yang mengalami dilema, ditambah managerial ketika itu juga menemui masalah.

“Jadi banyak pelajaran yang kita ambil, bahwa kesuksesan itu tidak mudah. Teman sendiri, orang sendiri, tim merintis sejak awal berpotensi menjadi musuh atau pesaing apabila kita tidak bisa mengontrolnya. Disini saya belajar, Steve Jobs ini terlahir seorang petarung namun visioner dengan segala kekurangannya,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved