Selasa, 16 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Salatiga

Awalnya Tempat Terapi Penyembuhan Pneumonia, Kini Sasana Schreuder Salatiga Cetak Atlet Berpretasi

Sasana Schreuder menorehkan prestasi membanggakan, usai atlet binaannya Laksamana Pandu Pratama berhasil meraih medali emas.

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA
Mentor, Imam Tauhid, saat berada di Sasana Schreuder, Senin (4/10). 

Disinggung soal persiapan Laksamana Pandu Pratama sebelum bertanding di PON Papua, Imam Tauhid menjelaskan, ia menjalani training center (TC) selama tiga tahun dengan bimbingan langsung pelatih kepala sensei Hermansyah M.

"Diisolasi semua program yang ngatur sensie, kurang lebih sudah 3 tahun di TC," ujarnya.

Menurut Imam Tauhid, kunci sukses Laksamana Pandu Pratama mampu meraih medali emas di PON Papua ini adalah sabar dan berani memutuskan pilihan.

"Sabar yang saya maksut adalah hasil ini merupakan penantian latian panjang sejak kecil. Sedangkan berani memutuskan adalah ia harus memilih karate atau wushu, bahkan ia hampir dipinang salah satu kota di Jabar untuk karate, tapi dia putuskan bertahan di wushu sanda," imbuhnya.

Ia berharap, kesuksesan ini tetap membuat Laksamana Pandu Pratama bisa rendah hati.

Selain itu, juga tidak berpuas diri dan terus mengasah kemampuan agar bisa meraih prestasi di level yang lebih tinggi seperti kejuaran bergengsi internasional.

Pencapaian yang diraih Laksamana Pandu Pratama menambah koleksi mendali yang didapat Sasana Schreuder.

Sebelumnya, telah ada prestasi membanggakan lain seperti medali emas di POM 2008 untuk cabor Karate atasnama Puspita. Kemudian tahun 2012 wushu santa juga mendapat emas di PON atasnama Jariati.

"Di level internasional atlet binaan Sasana Schreuder juga pernah mendapat emas di SEA Games Myamar 2013 atas nama saya sendiri, 2011 SEA Games, dan Asian games 2018," imbuhnya.

Sementara itu, Laksamana Pandu Pratama saat dihubungi mengaku sempat mengalami kendala ketika pertandingan.

Makanan yang dikonsumsi tidak cocok di pencernaan sehingga mengakibatkan rasa sakit di perut.

Sedangkan untuk persiapannya, dalam sehari ia menjalani latihan tiga kali. Hari libur hanya diberikan pada Minggu.

Menurutnya kendala terbesar dalam mempersiapkan diri tampil adalah terkadang muncul masalah pribadi yang membuat konsentrasi terganggu saat latihan.

"Mengatasi itu yang cukup berat, karena kalau konsentrasi terganggu bisa membahayakan cidera ketika latihan," katanya.

Baca juga: Penyelundupan Obat Terlarang ke Rutan Purbalingga Terungkap, Kongkalikong dengan Petugas Kesehatan

Baca juga: Hikayat Raden Budog Asal-usul Tanjung Lesung Cerita Rakyat Banten

Baca juga: Menko Airlangga Hartarto Apresiasi Antusiasme Warga Ambon Datangi Sentra Vaksinasi

Laksamana Pandu Pratama mempersembahkan perolehan medali emas di PON Papua ini kepada orang tua, pelatih dan masyarakat Jawa Tengah.

Pria yang akhir tahun ini diwisuda dari jurusan FIK Unnes ini berharap setelah lulus kuliah bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Alhamdulillah dekan FIK Unnes memberikan hadiah saya berupa beasiswa S2. Rencananya akan terus meningkatkan kemampuan agar bisa meraih prestasi di level yang lebih tinggi," pungkasnya. (*)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
Live
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved