Berita Semarang
Kronologi Pembunuhan Bayi Oleh Dua Sejoli di Ngaliyan Semarang
Dua muda mudi membunuh jabang bayinya di Ringintelu RT 04, RW 01 Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang terbilang sadis.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: m nur huda
"Bayi dijerat lehernya menggunakan kain hingga meninggal dan bayi dibungkus dengan kain yang telah digunakan untuk menjerat leher bayi," tuturnya.
Menurut Donny, bayi itu dibuang melalui lubang ventilasi udara toilet. Ketika ditemukan bayi tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
"Kemudian mayat bayi tersebut di bawa ke RS Kariadi untuk dilakukan autopsi," tuturnya.
Ia menuturkan kedua pasangan sejoli itu ditangkap di kos daerah Kradenan Sampangan pukul 19.30 WIB, beberapa jam setelah ditemukannya bayi malang itu oleh warga Ringintelu sedang bermain voli.
"Barang bukti yang diamankan saat penangkapan di kos yaitu 3 botol obat penggugur kandungan, 1 strip paramex, 1 buah botol sprite, kain lap pel, dan 2 buah ponsel," imbuhnya.
Pacaran 2 Tahun
Menurut Donny, kronologi singkat berawal kedua tersangka berpacaran kurang lebih 2 tahun.
Kemudian bulan Januari 2021 kedua tersangka mulai melakukan hubungan badan selayaknya suami istri hingga akhirnya hamil.
"Pada bulan Agustus 2021 tersangka Yustiani menyampaikan pada tersangka Andrianto jika dia sedang hamil," jelasnya.
Karena malu, kata dia, Andrianto menyarankan pada tersangka Yustiani agar menggugurkan kandungannya. Hal tersebut disetujui Yustiani agar menggugurkan kandungan.
"Kemudian Andrianto mencari obat penggugur kandungan dengan cara mencari atau browsing di internet," ujar dia.
Sebelumnya, Penuturan Rizki warga RT 04 RW 01 Kalipancur, Ngaliyan Kota Semarang, mengenai penemuan jenazah bayi di lapangan voli, bikin warga geleng-geleng kepala.
Pasalnya, sebelum jenzah tersebut ditemukan, dua wanita muda mendatangi tempat ia tinggal untuk meminjam kamar mandi.
Setelah minta izin ke kemar mandi, dua wanita itu berpamitan. Rizki yang saat itu hanya sendirian di rumah, melihat darah berceceran di kamar mandi yang digunakan dua wanita tak di kenal itu.
"Saya pikir satu di antara dua wanita itu sedang menstruasi, karena banyak darah di kamar mandi. Mereka izin pinjam kamar mandi sekitar pukul 09.00 WIB," katanya, Sabtu (2/10/2021) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembunuh-bayi-kalipancur-1.jpg)