Breaking News:

Hari Batik

Cintai Warisan Adiluhung dengan Festival Batik Bakaran di Desa Wisata Bakaran Wetan

Kepala Desa ini kreatif. Dia rangkul dan gerakkan pemuda desa untuk menggelar Festival Batik Bakaran, produk batik asli buatan warga setempat

TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Pemerintah Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Pati, menggelar pameran batik bakaran dan webinar, Kamis (8/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI -- Kepala Desa ini kreatif. Dia rangkul dan gerakkan pemuda desa untuk menggelar Festival Batik Bakaran, produk batik asli buatan warga setempat warisan leluhur di Juwana. Dan ini sudah tahun ke dua. Acara berlangsun meriah.

Batik pesisir umumnya didominasi warna cerah, kuning merah biru atau hijau. Sedangkan batik tengahan lebih cenderung kalem warna coklat dan hitam. Tapi beda dengan Batik Bakaran, di desa Bakaran kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

Meski lokasi berada di pesisir utara namun corak Batik Bakaran didominasi warga coklat dan hitam sebagaimana batik tengahan (Solo Raya). Yang dimaksud batik pesisiri antara lain Batik Pekalongan, Tegal, dan sekitarnya.

Konon, Batik Bakaran mempunyai motif tersendiri, beda dengan pesisir maupun tengahan, karena ada penerus dari kalangan Kerajaan Majapahit. Masyarakat Desa Bakaran merupakan penerus murid-murid dari Nyi Banoewati, penjaga museum pusaka dan pembuat seragam prajurit masa-masa akhir Kerajaan Majapahit, abad ke 14.

Sehingga sempai sekarang masih lestari, motir batik Bakaran hasil ajaran dari Nyi Banoewati bermotif batik Majapahit, misalnya, sekar jagat, padas gempal, magel ati, dan limaran. Sedangkan motif khusus yang diciptakan Nyi Baneowati sendiri yaitu motif gandrung.

Sebelum melakukan proses pembatikan, para perajin melakukan ritual puasa, ada yang puasa 3 hari, satu minggu atau bahkan mencapai 40 hari. Setelah puasa mereka nenepi atau berdiam diri untuk memperoleh inspirasi motif batik. Dan kala itu motif batik selalu diselipkan pesan-pesan moral yang terkandung dalam motif tersebut.

Penutupan 22 Oktober

Kepala Desa Bakaran Wetan, Wahyu Supriyo bertekat melestarikan warisan adiluhung tersebut. Pemerintah Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati menggelar Festival Batik Bakaran 2021. Acara ini sudah tahun ke dua.

"Kami mulai 2020, pada tahun pertama saya menjabat sebagai kepala desa. Semoga ke depan terus istiqamah dilaksanakan,” kata Wahyu Supriyo di Balai Desa Bakaran Wetan, Minggu (3/10).
Wahyu mengatakan, festival ini meliputi berbagai agenda kegiatan, yakni lomba membatik, lomba fotografi, lomba desainer batik, pameran batik virtual, lomba selfie, fashion show anak, fashion show umum, pemilihan Mas dan Mbak Duta Batik Bakaran, serta webinar.

Adapun agenda pada hari Minggu ialah pameran batik virtual yang disiarkan secara langsung via Youtube "Desa Bakaran Wetan". "Tema pameran ini klasik. Yang kami pamerkan adalah batik hasil karya peserta lomba membatik dan lomba desainer yang sudah kami mulai sejak 20 September,” jelas dia.

Rangkaian Festival Batik Bakaran 2021 akan berakhir pada 22 Oktober 2021. Penutupan festival ditandai dengan kegiatan webinar yang mengusung tema “Aktualisasi Nilai Ajaran Nabi guna Meningkatkan Semangat Santri untuk Ikut Melestarikan Batik Tulis Bakaran”.

Acara webinar sekaligus untuk memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober, Hari Santri dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Batik bakaran dikerjakan oleh perajin setempat secara manual menggunakan peralatan tradisional, tanpa ada alat cap, sablon maupun printing.

Diterangkannya, gelaran Festival Batik Bakaran merupakan bagian dari grand design Desa Wisata Bakaran Wetan yang ia rancang bersama para pemuda desa. “Festival batik ini jadi salah satu unggulan dalam grand design desa wisata yang kami rancang. Selain itu juga untuk memperingati hari batik nasional dan melestarikan budaya leluhur,” tandas dia. (Mazka Hauzan Naufal)

Baca juga: Sinopsis Drakor Whats Wrong with Secretary Kim, Park Seo Joon Park Min Young Segera Tayang di NET

Baca juga: Tahukah Anda Kertas Pembungkus Makanan Warna Coklat Ini Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan? Ini Kata Ahli

Baca juga: 3 Rekomendasi Aplikasi Penghasil Uang, Dapat Cuan Sambil Rebahan

Baca juga: Apa Itu Tusk? Viral di TikTok Diduga dari Kisah Nyata, Ini Penjelasan Kevin Smith Sutradara Filmnya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved