Berita Semarang
100 Pedagang Mengadu Persoalan Penataan Pasar Johar ke Dinas Perdagangan Kota Semarang
Sebanyak 100 pedagang mengadu persoalan penataan Pasar Johar kepada Dinas Perdagangan Kota Semarang.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
Ini yang akan dicek kembali oleh petugas. Pasalnya, notifikasi sebenarnya bisa dicek melalui handphone masing-masing.
Jika handphone tidak mendukung smartphone atau nomor handphone ganti, tentu notifikasi tidak bisa masuk.
Ada pula yang dulu mendaftar lewat kelompok atau orang lain.
Sehingga, pemberitahuan masuk ke nomor yang mendaftarkan.
"Ini segera kami selesaikan. Ketika ada pengaduan, kami dalami dan hasilnya seperti apa kami informasikan," terangnya.
Di samping menerima pengaduan, Dinas Perdagangan juga masih membuka pemberkasan untuk berita acara serah terima los atau kios.
Fravarta berharap, pedagang yang sudah tidak bermasalah dengan persoalan penataan segera menepati lapak maksimal 10 Oktober mendatang.
Sementara itu, seorang pedagang sembako, Nani mengaku kecewa dengan hasil pengundian.
Semula, dia berjualan di Johar Tengah sebelum kejadian kebakaran.
Dari hasil pengundian, dia mendapatkan lapak di Kanjengan lantai 3.
Dia merasa keberatan karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk naik turun berjualan di lantai 3.
"Keluarga sudah berjualan, sejak nenek saya, lalu ibu saya, dan sekarang saya melanjutkannya, sudah 42 tahun berjualan di Johar Tengah. Saya menangis dapat lapak di Kanjengan lantai 3. Ukuran lapaknya kecil. Kemarin saya lihat ke sana, kaki saya tidak kuat karena habis operasi," ungkapnya.
Dia pun mencoba menghubungi Dinas Perdagangan agar posisi lapak bisa diganti di Johar Tengah.
Dia mengaku sangat ingin menghabiskan hari tua di Johar.
Baca juga: Tujuan MOTION 2021 Siapkan Desainer Muda Indonesia Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Baca juga: Asisten Ayu Ting Ting Blak-blakan Cara Bosnya Perlakukan Anak Buah, Padahal Nggak Pegang Uang
Baca juga: Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik, Ustaz Solmed Laporkan Lurah Cisewu dan Panita Pengajian ke Polisi
Hingga saat ini, dia belum memastikan kapan akan pindah.
Dia mengaku lebih nyaman di tempat relokasi MAJT jika dibanding lapak yang ia dapatkan di Kanjengan.
"Belum ada rencana pindah kapan. Saya pikirkan dulu. Memang pasarnya ada lift, tapi saya malah nyaman di MAJT," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-pedagang-mengantre-1.jpg)