Breaking News:

Berita Internasional

200 Ribu Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di Gereja Katolik Prancis sejak 1950

Lebih dari 200.000 anak menjadi korban pelecehan seksual oleh pendeta di Gereja Katolik Prancis sejak 1950.

Net
Ilustrasi 

 
Pembentukan tim investigas ini awalnya untuk menjelaskan pelanggaran dan memulihkan kepercayaan publik terhadap Gereja, karena saat itu jumlah jemaat berkurang.

Kepala Tim Investigasi, Jean-March Sauvé mengaku telah bekerja secara independen dari Gereja.

Menurutnya, masalah pelecehan seksual tersebut masih ada hingga sekarang.

Dia menambahkan, Gereja sampai tahun 2000-an menunjukkan ketidakpedulian sepenuhnya kepada para korban dan baru mulai benar-benar mengubah sikapnya pada 2015-2016.

Sauvé mengatakan, tim investigasi itu sendiri telah mengidentifikasi sekitar 2.700 korban.

Tetapi studi luas oleh kelompok penelitian dan jajak pendapat memperkirakan bahwa ada sekitar 216.000 korban.

Jumlahnya bisa naik lebih jauh menjadi 330.000 jika termasuk pelecehan oleh anggota awam.

"Anda adalah aib bagi kemanusiaan kami," kata François Devaux, yang mendirikan asosiasi korban La Parole Libérée, mengatakan kepada perwakilan gereja pada konverensi pers, Selasa (5/10/2021) kemarin.

"Di neraka ini telah terjadi kejahatan massal yang keji ... tetapi ada yang lebih buruk lagi, pengkhianatan kepercayaan, pengkhianatan moral, pengkhianatan terhadap anak-anak," kata Devaux, juga menuduh Gereja pengecut.

Investigasi hampir 2.500 halaman ini menemukan bahwa "sebagian besar" korban adalah anak laki-laki pra-remaja dari berbagai latar belakang sosial.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved