Breaking News:

Berita Semarang

Anggaran Perubahan Defisit Rp 400 M, DPRD Dorong Pemkot Mulai Genjot Pendapatan pada PPKM Level 2

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, pendapatan pada APBD Perubahan 2021 ditetapkan Rp 5,11 triliun. Ada kekurangan anggaran Rp 400 M.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kerangka anggaran pada APBD Perubahan Kota Semarang 2021 mengalami defisit.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, pendapatan pada APBD Perubahan 2021 ditetapkan Rp 5,11 triliun.

Ada kekurangan anggaran berkisar Rp 400 miliar.

Pihaknya pun memaklumi hal itu lantaran penerapan PPKM level 4 beberapa waktu lalu berimbas pada seluruh sektor, termasuk pendapatan Pemerintah Kota Semarang.

Pendapatan yang diandalkan selama PPKM hanya pajak bumi dan bangunan (PBB).

Baca juga: Bupati Haryanto Lepas Keberangkatan 8 Putra-Putri Pati yang Akan Ikuti STQH 2021 di Maluku Utara

Baca juga: Suguhkan Pemandangan Air Terjun Cantik, Curug Serwiti Jadi Tujuan Pengunjung Guci Tegal.

"Yang diandalkan pemkot adalah PBB. Sumber-sumber lain turun. Akhirnya, anggaran masing-masing OPD dirasionalisasi untuk menutup kekurangan. Termasuk anggaran dewan dirasionalisasi Rp 19,5 miliar," sebut Pilus, sapaannya, Minggu (10/10/2021).

Disebutkan Pilus, program yang tidak prioritas dilakukan rasionalisasi atau direfokusing untuk menutup kekurangan.

Seiring Kota Semarang telah memasuki PPKM Level 2, Pilus mendorong apemerintah Kota Semarang mulai menggenjot pendapatan. Memurutnya, hiruk - pikuk perekonomian saat ini sudah mulai berjalan. Sektor hiburan dan wisata, yang kemarin sempat lesu kini mulai bangkit. Dia optimis pendapatan Kota Semarang akan meningkat.

"Insyaaah ke depan akan segera pulih kembali.  Dari parkir, resto, hotel, bisa meningkatkan perekonomian," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, APBD Perubahan 2021 memang ada penurunan pendapatan berkisar Rp 300 - 400 miliar. Namun, menurutnya, penurunan pendapatan pada 2021 ini tidak separah pada 2020 lalu yang mana penurunannya mencapai Rp 800 miliar.

Pihaknya pun akan langsung menyesuaikan dengan cara menunda beberapa program agar anggaran tidak defisit.

"APBD Perubahan, kami fokusnya masih pada upaya menyelesiakan penurunan pendapatan. Kami turun Rp 300 - 400 miliar. Kami tunda beberapa program supaya tidaj defisit," terangnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved