Breaking News:

Guru Berkarya

Mendemonstrasikan Perkembangbiakan Vegetatif Tumbuhan

Tumbuhan merupakan salah satu klasifikasi makhluk hidup. Tumbuhan memiliki akar, batang, dan daun sehingga mampu menghasilkan makanan sendiri.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Dyah Ayu Puspita Hapsari SPdSD, Guru SDN Pesalakan 01 Kabupaten Batang 

Oleh: Dyah Ayu Puspita Hapsari SPdSD, Guru SDN Pesalakan 01 Kabupaten Batang

TUMBUHAN merupakan salah satu klasifikasi makhluk hidup. Tumbuhan memiliki akar, batang, dan daun sehingga mampu menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Ferdinand (2009 : 23) menjelaskan tumbuhan tidak hanya menghasilkan makanan untuk dirinya sendiri tetapi juga menghasilkan oksigen yang berguna untuk manusia dan hewan.

Peran tumbuhan dalam kelangsungan hidup manusia sangat penting. Untuk itu, manusia harus menjaga kelestarian lingkungan. Pada pembelajaran tema 1 pokok bahasan IPA terdapat materi perkembangbiakan tumbuhan.

Perkembangbiakan tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan secara alami melalui penyerbukan. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif terjadi tanpa melalui perkawinan. Perkembangbiakan vegetatif dibagi menjadi vegetatif alami dan buatan.

Penyampaian materi perkembangbiakan tumbuhan khususnya secara vegetatif buatan di SDN Pesalakan 01 Kabupaten Batang sulit dipahami peserta didik. Ketika guru menjelaskan, beberapa peserta didik sibuk mengobrol dengan temannya dan tidak memerhatikan. Jika ditanya, peserta didik hanya diam atau menjawab tidak tahu.

Ketidaktahuan peserta didik tersebut dikarenakan mereka hanya membayangkan apa yang guru jelaskan. Peserta didik akan lebih tertarik jika melihat langsung proses perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif. Kurangnya komunikasi anatara guru dan peserta didik ini membuat tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai.

Melihat peserta didik yang susah memahami dan kurang tertarik, guru memilih metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif. Metode pembelajaran yang dipilih guru yaitu metode demonstrasi.

Menurut Syaiful Bahri dan Aswan (2010:90), metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang dipelajari, baik sebenarnya atau tiruan yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Kelebihan dari metode demonstrasi yaitu memberi gambaran yang jelas dan konkret tentang suatu proses, lebih efisien, melatih peserta didik mengamati sesuatu secara cermat, dan melatih peserta didik untuk mencari tahu jawaban dari pertanyaan yang diberikan guru.

Penerapan metode demonstrasi yang pertama adalah persiapan. Guru menyiapkan tumbuhan yang akan dicangkok dan bahan-bahan yang diperlukan untuk mencangkok. Kedua yaitu pelaksanaan. Tahap pelaksanaan dimulai dengan penyampaian tujuan pembelajaran.

Guru mengondisikan peserta didik agar semua bisa memerhatikan demonstrasi mencangkok dengan jelas. Guru menanyakan nama-nama bahan yang dibutuhkan kepada peserta didik. Pertanyaan-pertanyaan dari guru bertujuan agar peserta didik tetap fokus sekaligus berpikir mengenai langkah yang akan dilakukan. Guru memulai proses mencangkok sambil menjelaskan kepada peserta didik.

Guru meminta salah satu peserta didik maju untuk membantu mendemonstrasikan mencangkok tumbuhan. Terakhir yaitu evaluasi. Pada tahap ini guru mempersilakan peserta didik untuk menanyakan hal yang belum dipahami. Guru juga memberikan apersepsi dan melakukan evaluasi bersama.

Metode demonstrasi menjadikan peserta didik lebih fokus dalam pembelajaran. Mereka tidak lagi mendapatkan materi secara abstrak tetapi sudah melihat bentuk konkretnya. Pengamatan yang dilakukan secara langsung menjadikan peserta didik lebih paham mengenai perkembangbiakan vegetatif buatan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved