Breaking News:

Berita Viral

Melepas Kondom Tanpa Sepengetahuan Pasangan saat Berhubungan Intim Dianggap Kekerasan Seksual

Melepas kondom tanpa sepengetahuan pasangan bisa dianggap sebagai kekerasan seksual berdasar regulasi terbaru.

Editor: rival al manaf
Shutterstock/kompas.com
kondom-dibagi 

TRIBUNJATENG.COM, AS - Melepas kondom tanpa sepengetahuan pasangan bisa dianggap sebagai kekerasan seksual berdasar regulasi terbaru.

Regulasi itu diterbitkan pemerintah Kota California Amerika Serikat.

Mereka melarang seseorang melepas kondom tanpa persetujuan verbal dari pasangan ketika berhubungan seksual.

Jika melanggar, pihak yang merasa menjadi korban bisa menuntut ganti rugi.

Baca juga: Prostitusi Online Remaja di Semarang, Kondom Berserakan saat Digerebek, Terungkap Tarif per Jam

Baca juga: Tim Tebas Polrestabes Semarang Grebek Hotel, Amankan Belasan Remaja, Ada Kondom dan Uang

Baca juga: Pengakuan Penghuni Kos Mesum di Semarang : Gak Ada Durasi, Rp 600 Ribu Wajib Kondom

Gubernur California, Gavin Newsom telah menandatangani hukum perdata tersebut dan perdana menerapkannya di AS.

Melepaskan kondom tanpa consent, atau dikenal pula dengan istilah stealthing, dianggap sebagai kekerasan seksual berdasarkan regulasi ini.

Aturan ini akan melindungi para perempuan dari kehamilan yang tidak dikehendaki dari pasangannya, termasuk pekerja seks, penyintas kekerasan seksual dan kelompok rentan lainnya.

Cristina Garcia, anggota majelis California mengatakan praktik stealthing kerap menyebabkan kerugian fisik dan emosional jangka panjang bagi para korbannya.

Praktik ini umumnya dialami oleh wanita dan pria penyuka sesama jenis.

"Kami ingin memastikan bahwa itu tidak hanya tidak bermoral, tetapi juga ilegal," ujarnya yang merupakan inisiator undang-undang tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved