Breaking News:

Berita Semarang

Warga Binaan Lapas Semarang Belajar Pertanian, Bekal Usai Jalani Hukuman

Lapas Kelas I Semarang membuka kegiatan pelatihan program kemandirian bagi 100 warga binaan.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Dok. Lapas Semarang
Kepala Lapas Semarang, Supriyanto (kiri) berbicara dengan warga binaan di sela membuka kegiatan pelatihan program kemandirian bagi 100 warga binaan pemasyarakatan (WBP). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang membuka kegiatan pelatihan program kemandirian bagi 100 warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rabu (13/10/2021).

Kepala Lapas Semarang, Supriyanto menjelaskan, pelatihan ini diberikan dengan tujuan untuk membentuk warga binaan yang unggul dan mempunyai kepribadian yang baik.

"Serta mempunyai keahlian sebagai bekal untuk hidup mandiri selama di lapas dan di luar lapas setelah bebas nanti," kata Supriyanto dalam pesan tertulis, Rabu (13/10/2021).

Pelatihan ada enam sesi, meliputi latihan kemandirian bidang pertanian, penjahitan, membatik, produksi roti, anyaman rotan dan membuat cotton bud.

Diharapkan, pelatihan ini dapat mengubah kesan negatif masyarakat terhadap warga binaan dan juga menjadikan warga binaan yang lebih produktif.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatangan perjanjian kerja sama antara Lapas Semarang dengan Dinas Pertanian Kota Semarang, Bank Mandiri, Yayasan Solafide Semarang, PT Philnesia Indonesia, PT Zong Tuo Trade, Yayasan Kinanthi Wastra Batik Semarang, Yayasan AIK Snack dan Bakery.

Lapas Semarang berupaya untuk menggandeng berbagai pihak yang mendukung program pembinaan. Ini untuk membekali para warga binaan mempersiapkan diri mereka kembali ke masyarakat untuk melamar kerja dan membuka usaha sehingga bisa menunjang ekonomi keluarga.

Perusahaan atau pihak swasta yang diajak kerja sama ini juga siap menampung hasil karya para warga binaan.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur menerangkan bahwa menjadi petani kini merupakan sebuah profesi.

Dengan pelatihan ini bertujuan untuk membekali warga binaan dalam meningkatkan harkat dan martabatnya.

"Kualitas, kuantitas, dan seni dalam mengembangkan produknya serta jenis pemasaran sangat dibutuhkan demi terwujudnya kehidupan yang lebih sejahtera," jelas Hernowo. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved