Breaking News:

Berita Jateng

HATI-HATI! Penipuan Bermodus Umrah Murah dan Gratis 

Imbauan Kemenag untuk mewaspadai agen atau biro umrah ilegal, bukanlah isapan kosong. Hal ini seperti dituturkan oleh Bambang Riyanto

AFP/ABDEL GHANI BASHIR
Situasi di sekitar Kabah, di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, kosong dari para jemaah saat diberlakukan sterilisasi, Kamis (5/3/2020). Terkait merebaknya virus corona, Pemerintah Arab Saudi menutup sementara kegiatan umrah dan melakukan sterilisasi di sekitar Kabah termasuk lokasi untuk melakukan sai di antara Bukit Safa dan Marwah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Imbauan Kemenag untuk mewaspadai agen atau biro umrah ilegal, bukanlah isapan kosong. Hal ini seperti dituturkan oleh Bambang Riyanto, Owner Biro Umroh Saibah, di mana penipuan dengan kedok umrah murah dan gratis marak di tengah pandemi.

“Di masa pandemi dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab merekrut jemaah umrah dengan modus umrah gratis atau murah, ujung-ujungnya penipuan lantaran tidak jadi diberangkatkan, tapi sudah dipungut biaya,” jelasnya kepada Tribun Jateng, Rabu (13/10).

Bahkan menurut Bambang ada korban yang sudah membayar Rp 800 juta karena tertarik dengan tawaran umrah murah. 

“Katanya biaya tersebut untuk mengurus paspor dan vaksin. Padahal paspor bisa diurus sendiri secara online, tiga sampai empat hari selesai dengan biaya sekitar Rp 300 ribu,” katanya.

Bambang mengatakan, banyak yang menanyakan ke biro umrah Saibah, karena pelaku mengaku dari Saibah. 

“Saat kami tanya, korban tidak memiliki tanda bukti pembayaran, kami pun bingung kenapa mereka mau membayar tanpa diberikan bukti,” paparnya.

Menanggapi banyaknya penipuan tersebut, Bamabng sudah melaporkan ke asosiasi dan Kemenag. “Namun kami belum melapor ke Polisi, karena kami belum punya bukti kuat. Dugaan kami penipuan tersebut dilakukan sindikat dan terencana,” ujarnya.

Ia menuturkan beberapa orang telah melapor ke Saibah dan mengaku diminta membayar sejumlah uang. 

“Selasa lalu ada 4 orang, mereka sudah membayar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Namun sebelumnya ada jamaah Saibah yang tetangganya tertipu sampai Rp 800 juta lebih. Dan yang telepon atau konfirmasi ke kami banyak,” imbuh Bambang.

Bambang menyarankan jika ada yang menawarkan umrah gratis jangan sampai jemaah mengeluarkan uang sepeser pun. 

“Selain itu sebelum membayar bisa menghubungi Kemenag atau pihak penyelengara umrah untuk melakukan konsultasi,” jelasnya.

Bambang memberi penjelasan tawaran umrah atau haji murah dengan nominal Rp 7 juta sampai Rp 8 juta sangat mustahil, terkecuali ada pihak yang menyelenggarakan secara sosial secara resmi.

“Padahal biayanya haji sebelum pandemi saja 5.000 Riyal, apalagi di masa pandemi sampai tembus 15 ribu Riyal atau setara Rp 50 juta lebih, itu saja hanya untuk ibadah haji belum termasuk biaya akomodasi. Yang tertipu biasanya masyarakat yang belum paham regulasi haji dan umrah,” jelas Bambang.

Senada dengan Bambang, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jateng, Ahyani, menuturkan, masyarakat diimbau agar tak terkecoh dengan promo murah dan gratis yang dikeluarkan biro penyelenggaraan umrah dan haji yang tak jelas.

"Apalagi jika biayanya di bawah batas minimal umrah yaitu Rp 25 juta itu pasti penipuan. Di tengah pandemi ini kemungkinan ada kenaikan biaya umrah yang bisa di kisaran Rp 45 juta hingga Rp 50 juta," tambahnya. (bud)

Baca juga: Anak Kakek Suhud Merasa Terhina Atas Perlakuan Baim Wong terhadap Ayahnya

Baca juga: Kasmito Diduga Salah Sasaran, Korban : Kakek Itu Mengira Saya Ali Lalu Berhenti Bacok

Baca juga: Pria Bersenjata Panah Serang Warga Kongsberg Norwegia, 5 Tewas

Baca juga: 21 Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Langsung Dapat Panggilan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved