Breaking News:

Pendidikan

Komisi D DPRD Kota Semarang: 80 persen Kedisiplinan Anak Hilang Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Hampir 80 persen kedisiplinan anak hilang selama mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Dyah Ratna Harimurti menjadi narasumber dalam Rakor Forum Media Sayang Anak dan Perempuan, yang diselenggarakan oleh DP3A Kota Semarang, di Dafam Hotel, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hampir 80 persen kedisiplinan anak hilang selama mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Karakter anak pun perlu kembali dibentuk agar mereka bisa bersemangat dalam menuntut ilmu.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Dyah Ratna Harimurti, saat menjadi narasumber dalam Rakor Forum Media Sayang Anak dan Perempuan, yang diselenggarakan oleh DP3A Kota Semarang, di Dafam Hotel, Kamis (14/10/2021).

"Anak-anak tidak belajar tatap muka sudah hampir dua tahun. Mereka kehilangan rasa disiplin. Mereka bangun siang, tidak mandi. Disiplinnya hilang hampir 80 persen," ujarnya.  

Baca juga: Unissula Semarang Perkuat Kerjasama dengan Nusaputera

Menurutnya, peran orang tua sebagai lingkaran pertama pendidikan anak sangat diperlukan.

Orang tua bertanggung jawab untuk mendukung anaknya agar kembali semangat sekolah.

Pasalnya, selama PJJ atau daring, anak-anak terbiasa menjelajah internet dalam mengerjakan tugas.

"Orang tua menjadi nomor satu yang harus support anak. Kalau orang tua tidak support, apalagi guru atau pemerintah. Ring pertama orang tua," tegasnya.

Baca juga: Penerimaan PBB di Kota Semarang Tahun 2021 Anjlok, Pemkot Gandeng Kejari untuk Tagih Wajib Pajak

Di samping itu, sambungnya, membangkitkan semangat anak perlu didukung pula dengan kegiatan di sekolah.

Pembelajaran tatap muka (PTM) tidak melulu menerima materi pembelajaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved