Breaking News:

Berita Semarang

Waspada Penipuan Umroh Murah & Gratis, Rp 8 Juta Mustahil Kecuali Sosial

Imbauan Kemenag untuk mewaspadai agen atau biro umrah ilegal, bukanlah isapan kosong.

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
ABDEL GHANI BASHIR/AFP
Masjidil Haram Mekkah disterilisasi dari Virus Corona. Pemerintah Arab Saudi melakukan pelarangan kegiatan ibadah umroh. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Imbauan Kemenag untuk mewaspadai agen atau biro umrah ilegal, bukanlah isapan kosong.

Hal ini seperti dituturkan oleh Bambang Riyanto, Owner Biro Umroh Saibah, di mana penipuan dengan kedok umrah murah dan gratis marak di tengah pandemi.

“Di masa pandemi dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab merekrut jemaah umrah dengan modus umrah gratis atau murah, ujung-ujungnya penipuan lantaran tidak jadi diberangkatkan, tapi sudah dipungut biaya,” jelasnya kepada Tribun Jateng, Rabu (13/10/2021).

Bahkan menurut Bambang ada korban yang sudah membayar Rp 800 juta karena tertarik dengan tawaran umrah murah. 

“Katanya biaya tersebut untuk mengurus paspor dan vaksin. Padahal paspor bisa diurus sendiri secara online, tiga sampai empat hari selesai dengan biaya sekitar Rp 300 ribu,” katanya.

Bambang mengatakan, banyak yang menanyakan ke biro umrah Saibah, karena pelaku mengaku dari Saibah. 

“Saat kami tanya, korban tidak memiliki tanda bukti pembayaran, kami pun bingung kenapa mereka mau membayar tanpa diberikan bukti,” paparnya.

Menanggapi banyaknya penipuan tersebut, Bambang sudah melaporkan ke asosiasi dan Kemenag. 

“Namun kami belum melapor ke Polisi, karena kami belum punya bukti kuat. Dugaan kami penipuan tersebut dilakukan sindikat dan terencana,” ujarnya.

Ia menuturkan beberapa orang telah melapor ke Saibah dan mengaku diminta membayar sejumlah uang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved