Breaking News
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

KABAR GEMBIRA, Disdik Semarang Ingin Pembelajaran Tatap Muka Dilonggarkan, Jam Pelajaran Ditambah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang berharap ada kelonggaran pembelajaran tatap muka (PTM) dari Pemerintah Pusat.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meninjau PTM beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang berharap ada kelonggaran pembelajaran tatap muka (PTM) dari Pemerintah Pusat.

Hal ini seiring vaksinasi pelajar di Semarang sudah hampir mencapai 100 persen.

Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyampaikan, kelonggaran yang diharapkan, misalnya ada tambahan jam pelajaran atau tambahan jadwal masuk siswa.

Saat ini, PTM berlangsung empat jam pelajaran. Siswa masuk dua hari dalam sepekan.

Baca juga: Polda Jateng Tetapkan Tersangka Perempuan Debt Collector Pinjol, Modus Teror dan Tebar Pornografi

Baca juga: Bupati Husein Sebut Genteng dari Plastik Lebih Kuat dan Murah

Baca juga: Aksi Mbah Uban dan Pak Amat Taklukan Ular Piton Jumbo Sepanjang 6 Meter di Rumah Kosong Semarang

Semua jenjang kelas saat ini juga telah mengikuti PTM dengan pembatasan 50 persen.

Hanya ada beberapa sekolah swasta yang belum menerapkan PTM untuk seluruh jenjang kelas.

"Harapan kami ada kelonggaran lagi, entah tambahan jam pelajaran atau hari," papar Gunawan, Selasa (19/10/2021).

Harapan tersebut, sambung dia, tak lepas dari capaian vaksinasi pelajar di Kota Semarang yang hampir selesai.

Vaksinasi pelajar usia di atas 12 tahun sudah hampir menyentuh angka 100 persen.

Adapun dosis pertama sudah 100 persen baik di sekolah negeri maupun swasta.

Diakuinya, ada beberapa siswa yang belum divaksin lantaran memiliki penyakit atau tensi tinggi saat dilakukan skrining.

Namun demikian, persentasenya sangat kecil yakni di bawah satu persen dari total sebanyak 156 ribu pelajar.

"Persentase siswa yang belum vaksin sangat kecil, hanya nol koma sekian dari total 156 ribu siswa baik negeri maupun swasta," sebutnya.

Baca juga: DPU Geram Enam Pohon Pule di Jalan Gajahmada Semarang Mati, Disiram Solar Oleh Oknum

Baca juga: Fakta Terbaru : Benarkah Rachel Vennya dan Salim Nauderer Berada di Kamar Wisma Atlet?

Baca juga: Guide di Sangiran Warga Lokal, Pengunjung Sambut Baik Keberadaan Pemandu di Museum Manusia Purba

Sementara, lanjut dia, siswa SD hingga saat ini memang belum dikakukan vaksinasi karena belum masuk usia 12 rahun. 

Meski belum diperbolehkan vaksin, dia memastikan PTM di SD bisa berjalan lancar sesuai aturan pembatasan. Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci berlangsungnya PTM.

"SD belum divaksin. Pada prinsipnya kami uji coba PTM 1 dan 2 beberapa waktu lalu belum ada yang divaksin. Kuncinya, menerpakan prokes ketat, jangan smpai terjadi klaster Covid-19 di sekolah," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved