Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Serangkaian Aksi Pembunuhan Buat Para Buruh India di Kashmir Ketakutan

Penembakan itu terjadi hanya sehari setelah seorang pedagang jalanan dan seorang buruh India ditembak dalam kejadian terpisah.

Tribunnews.com/Istimewa
Gelombang Pembunuhan Hantui Buruh India di Kashmir. 

TRIBUNJATENG.COM - Minggu (17/19), dua orang buruh migran tewas ditembak oleh kelompok tidak dikenal di Kashmir.

Penembakan itu terjadi hanya sehari setelah seorang pedagang jalanan dan seorang buruh India ditembak dalam kejadian terpisah.

Seorang korban beragama Islam, yang lain Hindu.

Baca juga: Seorang Anak Menteri di India Ditangkap Atas Insiden yang Tewaskan 4 Petani

Gelombang pembunuhan tak bernama di Kashmir mendorong pemerintah memindahkan semua buruh migran ke barak tentara.

Mereka dikhawatirkan menjadi target serangan atau pembunuhan.

"Saya sudah memerintahkan para aparat untuk memindahkan mereka yang paling rentan," kata Vijay Kumar, Kepala Kepolisian Kashmir India.

Sejauh ini sudah 11 orang yang tewas dalam serangkaian pembunuhan terhadap warga sipil non-Kashmir di kawasan konflik itu.

New Delhi menjawab dengan menggelar operasi militer dan penggerebekan sejak awal Oktober lalu.

Aparat keamanan India menuduh Fron Perlawanan atau TRF sebagai biang keladi pembunuhan.

Kelompok ini dicurigai berhubungan dengan Lashkar-e-Taiba, sebuah organisasi militan asal Pakistan, dan Hizbul Muhahideen, sebuah kelompok militan Kashmir lain.

Pemerintah New Delhi meyakini Pakistan bertanggungjawab atas pemberontakan di Kashmir India.

Untuk memperkuat klaim India, PM Narendra Modi, mencabut status otonomi khusus dan membagi Kashmir ke dalam wilayah dua negara bagian, Jammu Kashmir dan Ladakh.

Perombakan itu dibarengi operasi militer dan keamanan demi mencegah aksi protes massal.

TRF pertamakali muncul pada Agustus 2019, seiring perombakan wilayah administrasi Kashmir.

Dalam sebuah pernyataan pada awal Oktober silam, kelompok ini mengklaim tidak menetapkan sasaran berdasarkan agama, tetapi hanya membidik mereka yang bekerja untuk otoritas India.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved