Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Tingkatkan Nilai Ekonomi, Sumarni Olah Daging Kalkun Beku Siap Saji, Ada Menu Satai hingga Rica-Rica

Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus telah menjadi sentra pengembangbiakan ayam kalkun sejak beberapa tahun terakhir.

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Sumarni (45) didampingi suami menunjukkan produk olahan daging kalkun beku di lingkungan RT 3 RW 1, Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu (20/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus telah menjadi sentra pengembangbiakan ayam kalkun sejak beberapa tahun terakhir

Sedikitnya 800 hingga 1.000 ekor ayam kalkun tengah dikembangbiakkan para peternak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sebagai upaya untuk peningkatan nilai jual, Sumarni (45), peternak ayam kalkun mulai menjajaki daging ayam kalkun beku (frozen food)‎ dengan merek Marni-Kun.

Baca juga: Sambut Hari Santri, SD NU Master Sokaraja Banyumas Salurkan Sembako

Baca juga: Detik-detik Bocah SD Kabur dari Mobil Penculik di Surabaya, Manfaatkan Momentum di SPBU

"Saya punya peternakan ayam kalkun, nah ini bagaimana caranya supaya laku. Makanya saya punya ide membuat menjadi kemasan beku," ujar dia saat ditemui di rumahnya, di lingkungan RT 3 RW 1, Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu (20/10/2021).

Sumarni juga memilih untuk membuat daging kalkun beku itu untuk memudahkan konsumen menikmatinya.

Pasalnya, daging ayam kalkun tersebut sudah diolah untuk menjadi beragam menu hidangan masakan‎.

‎"Jadi ini cukup dipanaskan saja sudah bisa dimakan. Lebih praktis," ujarnya.

Dia menyajikan beragam menu di antaranya, rica-rica, kalkun goreng sambal matah, kalkun goreng sambal terasi, tongseng, dan sate‎ kalkun.

Semua menu itu sudah dimasak, kemudian divakum ke dalam pastik dan dibekukan.

"Harganya dibuat sama, rata-rata Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per bungkus," ujar dia.

Saat ini, Sumarni sudah kebanjiran pesanan. Dalam sebulan, rata-rata penjualan daging ayam kalkun beku itu mencapai 500 bungkus.

Bahkan daging olahannya tidak cukup bila hanya mengandalkan dari peternakannya aja, sehingga perlu mengoptimalkan bersama peternak lain.

Adapun menu yang paling banyak dicari dan favorit pelanggannya yakni rica-rica dan sate kalkun. 

"Sate yang dikemas juga sudah dibakar setengah matang ‎sebelumnya," ujar dia.

‎Dengan metode pembekuan itu, dia bisa menjual daging ayam kalkun itu lebih mudah ke luar kota.

Daging beku itu juga tahan selama tiga sampai enam bulan dalam kondisi tetap dingin tersebut.

"Kami menggunakan paket pengiriman yang maksimal 2x24 jam harus sudah tiba. Lebih dari itu belum berani karena khawatir rusak," ucapnya.

Sementara itu, ‎‎Ketua Pelaksana dan Pendamping Universitas Diponegoro, Cahaya Setia Utama menyampaikan, olahan daging ayam kalkun itu  bisa menjadi produk unggulan dari Undaan karena menjadi satu-satunya di Jawa Tengah.

"Selama ini belum ada penjualan daging kalkun beku, ini jadi yang pertama," ujarnya

Di‎a berharap, usaha warga masyarakat Undaan Tengah itu dapat terus berkembang dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Pihaknya membantu penjualannya secara online dan saat ini telah memiliki sejumlah reseller di beberapa kota.

"Kami sudah punya reseller ‎di Semarang, Solo, Cirebon dan Subang," ujarnya.

Baca juga: Seorang Pemuda Diringkus Polisi Setelah Rombak Garasi Mobil Jadi Tempat Judi Togel

Baca juga: Pelaku Pemerasan Bermodus Kencan Diringkus Satreskrim Polresta Banyumas

Selain membantu pemasaran, pihaknya juga masih mengurus beberapa hal terkait PIRT dan sertifikat halal. Saat ini produk itu baru memiliki nomor induk beru‎saha (NIB).

"Karena banyak dari konsumen kami yang ‎menanyakan kehalalan produk, sehingga sekarang sedang kami urus," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved