Breaking News:

Berita Tegal

Baznas Tegal dan Provinsi Jateng Salurkan 206 Paket Bantuan Ke Anak Yatim

Bupati Tegal Umi Azizah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada muzaki yang telah menyalurkan infak atau mendermakan hartanya melalui

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
Humas Pemkab Tegal
Bupati Tegal Umi Azizah, saat memberikan paket bantuan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim di ruang rapat Bupati Tegal belum lama ini.  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Selama hampir 20 bulan musibah pandemi Covid-19, sebanyak 427 anak di Kabupaten Tegal kehilangan orang tua, baik ayah, ibu, ataupun keduanya. 

Untuk membantu meringankan beban anak, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal dan Provinsi Jawa Tengah salurkan 206 paket bantuan berisi peralatan tulis, suplemen makanan, jajanan anak, hingga perlengkapan mandi kepada perwakilan anak yatim di ruang rapat Bupati Tegal belum lama ini. 

Bupati Tegal Umi Azizah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada muzaki yang telah menyalurkan infak atau mendermakan hartanya melalui Baznas. 

Umi pun mengimbau aparatur sipil negara (ASN) sebagai penyumbang terbesar di lembaga penyalur zakat, infak, dan sedekah ini untuk meningkatkan partisipasinya.

“Kiranya sudah tidak ada keraguan lagi untuk kita berderma, menyalurkan zakat lewat Baznas. Saya yakin Baznas sudah sangat hati-hati dalam mentasarufkan bantuannya, termasuk kepada 427 anak yang kehilangan orangtua akibat Covid-19,” kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (21/10/2021). 

Umi mengaku ikut merasakan kesedihan dan duka yang mendalam pada anak-anak yang ditinggal pergi orang tuanya. 

Namun kesedihan dan kenangan itu tidak harus membuat anak-anak berhenti berjuang meraih cita-citanya.

“Seberat apa pun tantangan yang akan dihadapi, harus dilalui. Oleh karena itu, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat sangat diperlukan untuk membuatnya tetap bersemangat,” pesan Umi. 

Umi mengatakan anak-anak tersebut tidak cukup jika hanya diberikan bantuan sosial, melainkan perlu dukungan layanan psikososial dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tegal, sebagai bentuk perhatian dan pengasuhan untuk menjamin masa depannya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lost generation, Umi pun meminta Dinas Sosial Kabupaten Tegal memfasilitasi program bantuan sosial, terutama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan layanan akses program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), dan bantuan iur jaminan kesehatan.

Sementara untuk menjamin masa depan pendidikannya, Umi meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal mengalokasikan program Yuh Sekolah Maning untuk mencegah risiko putus sekolah pada anak.

Di tempat yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Tegal Ahmad Rofiqi menjelaskan, jika paket bantuan tersebut berasal dari pihaknya sebanyak 124 paket dan dari Baznas Provinsi Jawa Tengah sebanyak 82 paket. 

Adapun nilai per paket bantuan sebesar Rp 150 ribu.

“Kami sudah punya layanan aktif Baznas seperti Slawi Taqwa, Slawi Cerdas, Slawi Makmur, dan Slawi Peduli. Semoga dengan layanan ini bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang belum beruntung, tertimpa musibah, atau mungkin terlewat dalam merasakan kesejahteraan sosial,” tandasnya. (dta) 

--

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved