Breaking News:

Sate Beracun Sianida

Pengakuan Aiptu Tomi di Sidang Kasus Sate Racun Sianida: Pacaran Sama Nani, Nikah dengan Wanita Lain

Kasus sate sianida yang menyebabkan meninggalnya bocah 10 tahun kembali disidangkan di Ruang Sidang 1 Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Bantul

Editor: galih permadi
kolase Instagram
Sederet Fakta Pengakuan Nani Pengirim Sate Sianida, Dibisiki Sosok Ini buat Beli Racun 

TRIBUNJATENG.COM - Kasus sate sianida yang menyebabkan meninggalnya bocah 10 tahun kembali disidangkan di Ruang Sidang 1 Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (21/10/2021).

Diketahui sebelumnya tersangka Nani Aprilliani Nurjaman (25) ditangkap di rumahnya di Kapanewon Piyungan pada 30 April 2021 lalu.

Nani merupakan pengirim sate beracun yang ditujukan kepada Tomi warga Kapanewon Kasihan, Bantul, menggunakan jasa ojek online Minggu 25 April 2021 lalu.

Awalnya dikirim ke Tomi dengan alamat di Kasihan, Bantul, namun salah sasaran.

Keluarga Tomi menolak kiriman makanan itu, karena merasa tidak kenal.

Akhirnya makanan itu disantap Bandiman pengemudi ojek online dan keluarganya.

Naas, Naba Faiz Prasetya (10), anak Bandiman meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan dari petugas medis RSUD Kota Yogyakarta Minggu (25/4/2021) lalu. 

Dilansir dari Kompas.com, hari ini salah satu saksi yang dihadirkan adalah anggota polisi yang menjadi target sate.

Dalam sidang dengan Hakim Ketua Aminuddin dan 2 hakim anggota yakni Sigit Subagyo dan Agus Supriyana, terdakwa Nani masih menjalani sidang secara daring dari Lapas Perempuan II B Yogyakarta, di Gunungkidul.

Tim jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Sulisyadi, Meladissa Arwasari, Nur Hadi Yutama dan Ahmad Ali Fikri Pandela. Untuk penasehat hukum terdakwa yakni R. Anwar Ary Widodo, Fajar Mulia dan Wanda Satria.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved