Breaking News:

Berita Banjarnegara

Taktik Perang Gerilyanya Sangat Dikenal, Jenderal Soedirman Pernah Nyantri di Pesantren Banjarnegara

Peringatan Hari Santri jadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG/KHOIRUL MUZAKKI
makam KH Busyro Syuhada guru Jenderal Soedirman di Desa Binorong Kecamatan Bawang Banjarnegara 

TRIBUNBJATENG. COM, BANJARNEGARA - Peringatan Hari Santri jadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan.

Mereka mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Republik Indonesia. 

Banyak tokoh pahlawan nasional yang namanya dikenang hingga saat ini berlatar belakang santri atau kyai.

Spiritualisme menjadi kekuatan penting untuk melawan hegemoni penjajah. 

Baca juga: Buntuk Kritik Keras Usai Laga Lawan PSHW, Pelatih Persijap Jaya Hartono Dijatuhi Sanksi

Baca juga: Tanggulangi Bencana Jelang Musim Hujan, BPBD Kota Semarang Maksimalkan Sarpras yang Ada

Siapa tidak mengenal Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Pria kelahiran Purbalingga itu bukan hanya dikenal ahli teknik militer, namun juga memiliki spiritualisme yang tinggi. 

Soedirman muda "nyantri" di sebuah pondok pesantren atau padepokan di Kecamatan Bawang, Banjarnegara yang diasuh KH Busyro Syuhada.

Kini, lokasi tempat berdiri pesantren itu sudah berganti wujud menjadi Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara. 

"Panglima Soedirman pernah menimba ilmu di sini. Hanya 21 hari, digembleng langsung oleh Mbah Busyro, " kata Fuad, cucu KH Busyro Syuhada, Kamis (21/10/2021) 

Soedirman memang hanya sebentar nyantri di tempat itu. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved