Unsoed Purwokerto
Pramuka Unsoed Purwokerto Dampingi Perajin Gropak Desa Wlahar Wetan
Dampak pandemi Covid-19masih belum berakhir. Sendi-sendi kehidupan masyarakat masih terganggu, salah satunya di bidang ekonomi.
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dampak pandemi Covid-19masih belum berakhir.
Sendi-sendi kehidupan masyarakat masih terganggu, salah satunya di bidang ekonomi.
Situasi ini membuat usaha mikro, kecil, menengah termasuk industri rumahan gropak di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas mengalami penurunan daya beli masyarakat.
Pemulihan kondisi ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Racana Soedirman, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang mewadahi kegiatan kepramukaan.
Konsep Tri Bina yang melekat dalam kegiatan pembinaan yang dilakukan Racana Soedirman, yaitu Bina diri, Bina satuan dan Bina masyarakat mendorong mahasiswa dari berbagai fakultas ini untuk bergerak, memberikan sumbangsih dalam pemulihan ekonomi masyarakat.
Program pembinaan yang memiliki dimensi kemasyarakatan yang dikembangkan, adalah Bina masyarakat.
Bina masyarakat ini selaras dengan pengembangan pembelajaran yang digalakkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset, dan Teknologi saat ini yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kegiatan Bina masyarakat yang dilakukan oleh Racana Soedirman adalah Bina desa, yang tahun ini mendapatkan hibah pendanaan dalam Program Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Hibah ini diperoleh setelah melalui seleksi beberapa tahap, menyisihkan proposal dari universitas-universitas di seluruh Indonesia.
Tim PHP2D Racana Soedirman yang diketuai oleh Jannata Utswatun Khasanah, mahasiswa Fakultas Pertanian beranggotakan mahasiswa lintas fakultas dan lintas angkatan ini memilih melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan gropak di Desa Wlahar Wetan.
Gropak merupakan makanan ringan khas dari Desa Wlahar Wetan yang berbahan dasar singkong.
Jannata Utswatun Khasanah mengatakan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi para perajin, adalah sulitnya mencari bahan tambahan dalam pembuatan gropak yaitu kucai.
Produsen gropak memperoleh kucai dengan cara membeli di desa sebelah tetapi terkadang kesulitan untuk mendapatkan.
Menyiasati kondisi tersebut, Tim PHP2D Racana Soedirman membekali masyarakat dengan teknologi budidaya vertikultur untuk memproduksi kucai secara mandiri.
“Teknologi vertikultur kucai menjadi solusi, karena selama ini perajin telah mencoba menanam di lahan pekarangan tetapi terganggu oleh hama unggas, yaitu ayam,” ungkap Jannata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mahasiswa-unsoed-latih-masyarakat-desa-wlahar-wetan-membuat-vertikultur-tanaman-kucai.jpg)