Berita Pendidikan

Bisa Ditiru di Jateng, Kampung Ilmu Tegalwaru Gagasan Sosiolog UI Bangun Pendidikan dari Pinggiran

Pemerataan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah termasuk di Jawa Tengah.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: moh anhar
Dok GWPP
Pendiri Kampung Ilmu bersama para mahasiswa magang kampung Ilmu saat hadir di acara Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) didukung oleh PT Paragon Technology and Innovation melalui Zoom, Rabu (27/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerataan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah termasuk di Jawa Tengah (Jateng)

Apalagi di Jateng, masih banyak daerah pinggiran yang masih kesulitan mendapatkan layanan akses pendidikan dengan baik, utamanya saat pandemi Covid-19.

Di antaranya, para pelajar SMPN 4 Bawang, Sigemplong, Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mereka terpaksa harus memanjat bangunan kamar mandi umum untuk mendapatkan sinyal jaringan internet gratis.

Baca juga: Ramai Dikunjungi, Kampung Jawi di Kalialang Kota Semarang Populer Jadi Pusatnya Kuliner Jadul

Baca juga: Chelsea Islan Dilamar Rob Clinton Kardinal Politisi Golkar Muda dan Tampan

Baca juga: Timnas U-23 Indonesia Diuntungkan Aturan Baru Leg 2 Lawan Australia, Menang 1-0 Lanjut Adu Penalti

Kampung tersebut berbatasan dengan pegunungan Dieng yang berjarak kurang lebih dua jam dari wilayah perkotaan Batang.

Kondisi berbeda terjadi di Kampung Ilmu di Desa Cisarua, Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kampung Ilmu digagas Sosiolog  Universitas Indonesia (UI), Imam Budidarmawan Prasodjo.

Imam membangun daerah pendidikan di daerah  terpencil berada di daerah pegunungan.

Untuk sampai di tempat tersebut, butuh waktu  dua jam dari pusat kota Purwakarta.

Meski demikian, di Kampung Ilmu Tegalwaru, pendidikan sangat maju  baik dari segi fasilitas maupun pengajar.

Di kampung ilmu, anak-anak  bebas belajar di mana saja, tak melulu di sekolah.

Dari segi pengajar di Kampung itu juga berasal dari mahasiswa seantero negeri yang mengabdi di tempat tersebut.

Mahasiswa Malang asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agnes mengatakan, mendapatkan pengalaman banyak magang di Kampung Ilmu Tegalwaru.

Mahasiswi jurusan Destinasi pariwisata tersebut, bersyukur ada di sini karena banyak sekali hal baru.

Menurutnya, pandangan soal pendidikan lebih terbuka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved