Breaking News:

Berita Solo

Kantor Menwa UNS Solo Ditempeli Poster Ungkapan Kekecewaan, Mahasiswa Tuntut Bubarkan Menwa 

Ratusan mahasiswa UNS Solo pada Selasa (26/10/2021) malam melakukan aksi solidaritas atas kasus kematian Gilang Endy Saputra.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada Selasa (26/10/2021) malam melakukan aksi solidaritas atas kasus kematian Gilang Endy Saputra.  

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada Selasa (26/10/2021) malam melakukan aksi solidaritas atas kasus kematian Gilang Endy Saputra. 

Ratusan mahasiswa itu melakukan aksi solidaritas secara simbolis dengan menyalakan 100 lilin untuk Gilang. 

Mereka juga menuntut adanya transparansi dari pihak kampus untuk segera menyampaikan hasil autopsi yang dilakukan oleh Tim Kedokteran Forensik RSUD Dr Moewardi. 

Baca juga: Terapi Kesehatan Minum Air Hujan Ala Warga Bandungan Klaten Sudah Sejak Nenek Moyang

Baca juga: Kemenkumham Jawa Tengah Beri Penyuluhan Hukum dan HAM Gratis di Gayamsari

Baca juga: Chelsea Islan Dilamar Rob Clinton Kardinal Politisi Golkar Muda dan Tampan

Setelah aksi 100 lilin untuk Gilang, kantor Resimen Mahasiswa (Menwa) yang diduga menjadi tempat dilakukannya kekerasan terhadap mahasiswa Sekolah Vokasi tersebut ditempeli poster. 

Pada beberapa poster itu tertulis: "Bubarkan! Bubarkan! Bubarkan! Hancurkan".

Selain itu juga ada poster bertuliskan: "Baret Ungu Membunuh Saudaraku." 

Presiden BEM Sekolah Vokasi UNS, Dessy Latifatul Laila saat dikonfirmasi, Rabu (27/10/2021) mengungkapkan, penempelan poster itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap Menwa. 

Selain itu, lanjut Dessy, ada juga desakkan terhadap pihak kampus terkait adanya pembubaran Menwa. 

"Tentu ada (tuntuan membubarkan Menwa, red). Kita juga sudah melayangkan pernyataan sikap, di situ tertera jelas kita menuntut bila nanti (oknum anggota, red) Menwa sudah divonis bersalah oleh penyidik. Kalau sudah dinyatakan bersalah, mendesak kampus untuk membubarkan Menwa," ungkapnya. 

Dessy menyebut, tuntutan itu berdasarkan karena Polda Jawa Tengah, dalam hal ini Kabid Humas Kombes Pol Iqbal Al Quddusy sudah membeberkan adanya dugaan kekerasan. 

"Kita juga sebenarnya ingin mendesak kampus agar hasil autopsi bisa segera dipaparkan dan juga mendapat keadilan," terangnya. 

Dia menyebut, alasan mengenai adanya penempelan poster di kantor Menwa karena tidak ingin lagi adanya kekerasan di kampus. 

Baca juga: Gelar Honda Custom Playground, Astra Motor Jateng Berkolaborasi dengan Brand Lokal

Baca juga: Hasil Babak II Skor 2-1 Arema FC Vs Persita Tangerang Liga 1 2021, Dedik Cetak Gol!

Baca juga: Dongeng Bulu Sayap Burung Alap-alap 

"Kampus yang kita tahu kan tempat ternyaman ya buat mahasiswa menuntut ilmu. Kita tidak membenarkan segala bentuk kekerasan. Jadi, itu adalah suatu ungkapan rasa kecewa mahasiswa kepada Menwa," jelasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved