Breaking News:

Berita Pekalongan

Pemkab Pekalongan dan Bea Cukai Terus Gempur Rokok Ilegal

Upaya gempur rokok ilegal di Kabupaten Pekalongan terus dilakukan oleh Pemkab Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Bea Cukai Tegal
Bea cukai Tegal saat melakukan pemusnahan rokok ilegal. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Upaya menggempur rokok ilegal di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terus dilakukan oleh Pemkab Pekalongan bekerja sama dengan Bea Cukai Tegal.

Sosialisasi, edukasi, penelusuran informasi perihal barang kena cukai, dan operasi pasar dilaksanakan untuk menekan peredaran rokok ilegal.

Bea cukai Tegal saat melakukan pemusnahan rokok ilegal.
Bea cukai Tegal saat melakukan pemusnahan rokok ilegal. (Dok. Bea Cukai Tegal)

Bambang Kristiawan Humas Bea Cukai Tegal mengatakan, bahwa hasil penindakan pemberantasan rokok ilegal selama dua tahun ini masih sama.

Hasil pemantauan, kegiatan patroli, dan operasi sejauh ini memang peredaran di pasar wilayah Kabupaten Pekalongan tidak ditemukan rokok ilegal.

"Hasil penindakan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020 dan 2021 adalah sama, pertama pemantauan sejauh ini peredaran di pasar tidak ditemukan rokok ilegal. Selain pemberantasan rokok ilegal Bea Cukai juga mendorong pemda untuk ikut bergerak melakukan pemberantasan rokok ilegal dengan memanfaatkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau," kata Bambang Kristiawan Humas Bea Cukai Tegal saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (28/10/2021).

Bambang menjelaskan, Bea Cukai Tegal sudah mempunyai strategi yang akan diterapkan Bea Cukai untuk memberantas peredaran rokok ilegal.

Selain itu juga, Bea Cukai Tegal mencoba memetakan peredaran rokok ilegal dari situs sosial media, dari level pembeli terbawah.

"Strategi yang diterapkan Bea Cukai adalah mengikuti pola perkembangan modus-modus pelanggaran terbaru, dengan melakukan pengamatan trend modus tangkapan dari kantor lain, dan mencoba metode-metode baru. Contoh yang baru diterapkan Bea Cukai Tegal pada operasi gempur lalu dalam waktu 1 bulan lebih yang menghasilkan tangkapan 1,5 juta batang dari peredaran.

"Hal itu juga kita runut ke atas hingga dapat penyedia rokoknya yang akhirnya masuk ke penyidikan," jelasnya.

Pihaknya menjelaskan, pantauan bea cukai hingga saat ini, hasil kegiatan operasi di peredaran yang masih banyak ditemui pelanggaran adalah Kabupaten Brebes.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved