Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Ikut Pelatihan Digital Marketing di Kudus, Zadit Kini Tahu Cara Promosi Produk di Marketplace

Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar pelatihan digital marketing untuk buruh rokok atau keluarganya.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Peserta pelatihan digital marketing, Zadit Taqwa menunjukkan akunnya di marketplace. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar pelatihan digital marketing untuk buruh rokok atau keluarganya.

Pelatihan yang sebagian besar diikuti oleh peserta usia milenial itu diharapkan menjadi bekal agar mereka mampu mandiri dengan memanfaatkan dunia digital.

Pelatihan yang berlangsung sejak dua pekan lalu di Hotel Poroliman Kudus itu terbagi menjadi beberapa sesi materi yang diajarkan.

Di antaranya meliputi pelatihan promosi, learning management system, dan promosi. Masing-masing peserta setiap sesi yakni 20 orang.

Baca juga: 70 Siswa dan Tenaga Pendidik di Semarang Positif Covid-19, Dinkes Pastikan Tidak Klaster Sekolah

Baca juga: 7 Cara Mendapatkan Chip Gratis Aplikasi Penghasil Uang Higgs Domino Island

Di antara peserta yang mengikuti pelatihan tersebut yakni, Zadit Taqwa (23). Mahasiswa yang kini tengah menyelesaikan skripsi di IAIN Kudus itu menanggapi positif pelatihan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kudus yang anggarannya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (CHBCHT).

Dari materi yang dia dapat selama pelatihan, kata dia, akan segera dipraktikkan.

Apalagi dia sebelumnya sudah terjun di dunia digital marketing.

Namun, dia belum memahami secara detail trik maupun tips agar dagangan yang dijualnya di pasar digital laris manis diburu pembeli.

“Sebelumnya saya turut serta memasarkan dagangan teman. Dagangannya aksesoris sepeda,” ujar Zadit yang merupakan anak dari seorang ibu yang bekerja sebagai buruh rokok.

Zadit mengatakan, selama pelatihan dia mendapat materi perihal bagaimana membuat toko di beberapa marketplace.

Kemudian, dia juga diajari bagaimana cara mendesain agar barang dagangannya menarik minat calon pembelinya.

“Dalam promosi, kami para peserta juga diajari bagaimana cara menentukan target konsumen,” tandasnya.

Beberapa materi tersebut, katanya, sangat bermanfaat.

Kendati demikian, tentu keterampilan yang telah diajarkan itu harus dipraktikkan agar tidak menguap begitu saja.

“Ya pasti akan dipraktikkan, apalagi juga dimotivasi sama instruktur,” kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved