Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepang

Inilah Identitas Joker Jepang yang Mengamuk dan Menikam 18 Penumpang dan Bakar Kereta di Tokyo

Kejadian mengerikan terjadi di atas kereta api di Tokyo Jepang, seorang mengamuk dan melukai sedikitnya 18 korban.

Tayang:
MASTER BIRD via TWITTER
Pria berpakaian 'Joker' diduga pelaku penusukan di kereta Tokyo dan melukai 17 orang terekam kamera duduk santai duduk sambil merokok sebelum dia ditahan oleh polisi. 

TRIBUNJATENG.COM, TOKYO -- Kejadian mengerikan terjadi di atas kereta api di Tokyo Jepang, seorang mengamuk dan melukai sedikitnya 18 korban.

Joker Jepang yang menusuk 18 orang dan membakar kursi di gerbong kereta Tokyo pada Minggu (31/10/2021) bernama Kyota Hattori.

Identitasnya terungkap setelah ditangkap polisi di tempat kejadian karena melakukan percobaan pembunuhan, menurut laporan South China Morning Post.

Kyota Hattori diketahui berusia 24 tahun dan mengidolai Joker, tokoh antagonis dalam komik dan film Batman.

Saat melakukan penusukan di kereta Tokyo, Kyota Hattori mengenakan setelan jas ungu, kemeja hijau cerah, dan dasi.

Gaya pakaian yang sangat identik dengan Joker.

Kepada polisi, Joker Jepang ini juga mengatakan, dia "gagal dalam pekerjaan dan pertemanan lalu ingin mati tetapi tidak bisa mati sendiri," tulis harian Sankei Shimbun.

"Dia bilang ke polisi bahwa dia ingin dihukum mati dengan membunuh seseorang," ujar juru bicara kepolisian Tokyo.

Sankei melanjutkan, sebelum serangan Joker Jepang terjadi, tersangka berjalan di sekitar distrik Shibuya Tokyo, daerah sibuk yang penuh dengan anak muda dengan kostum Halloween.

Kyota Hattori berujar sengaja mengenakan pakaian itu khusus untuk penyerangan.

"Pertama saya pikir itu seperti acara Halloween. Tapi saya langsung bergegas pergi ketika seorang pria membawa pisau panjang masuk. Saya sangat beruntung tidak terluka," kata seorang pria yang berada di kereta kepada NHK.

Joker Jepang dikatakan melakukan penusukan dan pembakaran tanpa menunjukkan emosi apa pun, menurut kesaksian seorang penumpang wanita.

"Dia memegang pisau dan mulai menumpahkan cairan," kata saksi lain.

"Dia melakukan tindakan ini tanpa menunjukkan emosi apa pun, hanya secara mekanis. Saya pikir itu membuat semua orang ketakutan."

Penyerang dilaporkan mengatakan, dia menggunakan serangan penusukan di kereta komuter Tokyo pada Agustus 2021 sebagai referensi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved