Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Klaten

Ibu Muda di Klaten Dibunuh dengan Cara Diracun, Pelaku Ternyata Masih Saudara

Eko menerangkan, saat diamankankan terduga pelaku Sarmidi yang menghabisi nyawa Hany Dwi Susanti (30) tersebut tidak melawan.

Editor: m nur huda
Ilustrasi 

Detik-detik Tewas

Tewasnya ibu muda Hany Dwi Susanti (30) di Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten karena racun menyisakan cerita menyesakkan.

Sebelum nyawanya raib selama-lamanya, Hany baru pulang ke rumahnya dari belanja bersama anak-anaknya, Senin (1/11/2021) siang.

Saat melepas dahaga dengan meminum air di kulkas, korban sempat mengatakan ke suami bahwa air rasanya pahit.

Tak menunggu bermenit-menit, dia lantas tergeletak di ruang utama rumahnya.

Suami korban, Sigit Nugroho (35) suami korban mengatakan saat itu, dirinya tengah memperbaiki atap plafon rumahnya.

"Istri saya saat itu sehabis pulang belanja membawa anak-anak," kata Sigit kepada TribunSolo.com, kepada TribunSolo.com, Selasa (2/11/2021).

Seusai minum, dia mendengar korban menyeletuk kata 'pahit'.

"Setelah itu, saya turun dari memperbaiki atap plafon rumah, tiba-tiba istri saya terlihat sempoyongan lemas dan jatuh, saya tangkap," ucap Sigit.

Kemudian, ia melihat istrinya tergeletak tak berdaya langsung meminta tolong kepada tetangga.

Lanjut, salah satu warga memanggil dokter untuk cek kondisi istri Sigit.

"Saat di cek dengan dokter korban dinyatakan meninggal dunia," terang dia.

Karena penasaran, Sigit pun mencoba membuka kulkas dan lantas mencoba menenggak air dalam botol itu.

Beruntung, air tersebut tidak sampai tertelan ke dalam tubuh Sigit.

"Saat minum air saya respon muntah, lidah saya rasannya pahit, mulut saya jadi keras," ujar dia.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved