STIE Bank BPD Jateng

Wakil Walikota Semarang Sambut Mahasiswa Inbound STIE Bank BPD Jateng

Kota Semarang ini terbuka untuk seluruh mahasiswa dan siapa saja yang datang untuk berwisata, menempuh pendidikan, serta mencari peluang usaha.

Editor: abduh imanulhaq
STIE BANK BPD JATENG
Mahasiswa Inbound STIE Bank BPD Jateng bersama Wakil Walikota Semarang, Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu MSos. 

TRIBUNJATENG.COM - SEMARANG – Wakil Walikota Semarang, Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu MSos menyambut kedatangan mahasiswa inbound program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMMDN) Kemendikbudristek tahun 2021 STIE Bank BPD Jateng di Kampung Batik, Kampung Djadhoel Semarang, baru-baru ini.

Pada saat pembukaan di Kampoeng Djadhoel, Wakil Walikota yang belum lama dianugerahi nama ‘Mbok Batik’ oleh warga Kampung Batik ini langsung membubuhkan tanda tangan di kain putih dengan canting batik berisi cairan malam sembari menyambut mahasiswa inbound STIE Bank BPD Jateng.

Mbak Ita, panggilan akrabnya menyambut bahagia kehadiran mahasiswa dari Bengkulu, Aceh, Makassar, Jambi, Lampung, Medan, Banjarmasin, Kupang dan beberapa daerah lain di luar Jawa.

Mereka datang menimba ilmu dan mengenal lebih dekat budaya di Kota Semarang.

“Saya menyampaikan salam dari Bapak Walikota Semarang, Dr H Hendrar Prihadi SE MM untuk mahasiswa inbound STIE Bank BPD Jateng dari berbagai daerah di Indonesia. Beliau menyambut baik kehadiran kalian di Kota Semarang,” ungkap Mbak Ita.

Dia menyebut Semarang terbuka untuk seluruh mahasiswa dan siapa saja yang datang untuk berwisata, menempuh pendidikan, serta mencari peluang usaha.

"Pada dasarnya, kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Semarang menarik banyak perhatian masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, silahkan datang dan belajar di Semarang,” tambahnya..

Shahibul Bayani, mahasiswa Universitas Malikussaleh mengungkapkan kekagumannya terhadap Kota Semarang.

Terutama keaktifan peran masyarakat dalam mendukung program pemerintah.

Selain itu Pemerintah Kota Semarang juga dinilai luar biasa dalam mengembangkan pariwisata.

“Saya akan memperkenalkan beberapa destinasi wisata di Aceh, di antaranya Pantai Lhoknga, Masjid Raya Baiturrahman, dan Museum Tsunami. Untuk kuliner di Aceh ada kopi sanger, mie aceh, dan masih banyak lainnya. Kemudian untuk keseniannya yang sudah tidak asing lagi yaitu tari saman,” ungkap Bayani.

Mbak Ita berharap generasi milenial bangga dan melestarikan budaya di masing-masing daerah serta mempertahankan produk kearifan lokal di Indonesia yang kaya dan beragam. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved