Breaking News:

Berita Banyumas

Di Balik Sejarah Mendoan Banyumas yang Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Belum lama ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan mendoan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

ResepKoki  
Mendoan  

TRIBUNJATENG.COM -- Belum lama ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan mendoan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Sungguh ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi warga Banyumas dan sekitarnya. Bagaimana sebenarnya sejarah mendoan?

Budayawan Banyumas, Ahmad Tohari, bercerita, mendoan ditemukan secara tidak sengaja oleh warga Kabupaten Banyumas.

Menurutnya, mendoan adalah produk ketidaksengajaan tetapi menjadi lebih populer dari produk yang semula akan dibuat, yaitu keripik tempe.

Awalnya orang Banyumas akan membuat keripik tempe. Keripik tempe dibuat dari tempe yang tipis agak lebar.

Tempe kemudian dicelupkan pada adonan tepung, dengan bumbu garam dan ketumbar. Adonan itu kemudian digoreng.

Untuk menjadi keripik maka harus melalui dua tahapan cara menggorengnya. Setelah bahan makanan itu setengah matang, diangkat dahulu dari penggorengan dan didinginkan.

Baru kemudian digoreng lagi untuk proses kedua kalinya sampai kering. Hal itu harus dilakukan dua tahap.

"Jadi dalam keadaan tahap pertama ini, mungkin ada orang yang ngiler kepingin mencoba dan dimakan walaupun itu sebetulnya baru tahap pertama digoreng. Ini yang kemudian menjadi makanan yang dinamakan mendoan," ujarnya kepada Tribun Jateng, Senin (8/11).

Dari percobaan itulah kemudian dikembangkan makanan khusus yang dinamakan mendoan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved