Breaking News:

Virus Corona

Epidemiolog Dukung Karantina Kembali 7 Hari, Varian AY4.2 Tinggal Menunggu Waktu

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman mendukung rencana penerapan karantina tuju

NIAIDRML
Varian terbaru virus corona, lebih baru dari varian yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan, ditemukan di Jepang 2 Januari 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman mendukung rencana penerapan karantina tujuh hari.

Upaya ini cara untuk menekan masuknya penyebaran virus varian AY4.2 yang sudah sampai di Malaysia. "Sebaiknya jangan lima hari. Kita responsnya sama dengan pemerintah menjadi tujuh hari," kata Dicky saat dihubungi Tribun Network, Selasa (9/11).

Ia meminta masyarakat tidak perlu panik jika nantinya varian AY4.2 sudah terdeteksi masuk Indonesia. "Yang harusdikuatkan program vaksinasi. Kemudian di daerah dengan kasus tinggi diperkuat 3T (testing, tracing, treatment)," tutur Dicky.

Dicky menegaskan agar masyarakat tidak abai 5M yakni Mencuci Tangan, Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas.

"Ini yang harus terus dilakukan selain karantina tujuh hari," ucapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah berencana kembali menerapkan karantina 7 hari bagi orang yang baru datang dari luar negeri.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai pertimbangan ini menyusul kemunculan virus corona varian Delta AY4.2.

"Bukan tidak mungkin nanti kalau orang datang dari luar, yang kita bisa lakukan mungkin karantinanya naik jadi tujuh hari," kata Luhut.

Luhut mengatakan rencana memperpanjang masa karantina bukan bentuk inkonsistensi kebijakan penanganan pandemi Covid-19.

Opsi ini, kata dia, dipertimbangkan karena pemerintah hati-hati dalam menghadapi varian baru.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved