Virus Corona
Epidemiolog Dukung Karantina Kembali 7 Hari, Varian AY4.2 Tinggal Menunggu Waktu
Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman mendukung rencana penerapan karantina tuju
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman mendukung rencana penerapan karantina tujuh hari.
Upaya ini cara untuk menekan masuknya penyebaran virus varian AY4.2 yang sudah sampai di Malaysia. "Sebaiknya jangan lima hari. Kita responsnya sama dengan pemerintah menjadi tujuh hari," kata Dicky saat dihubungi Tribun Network, Selasa (9/11).
Ia meminta masyarakat tidak perlu panik jika nantinya varian AY4.2 sudah terdeteksi masuk Indonesia. "Yang harusdikuatkan program vaksinasi. Kemudian di daerah dengan kasus tinggi diperkuat 3T (testing, tracing, treatment)," tutur Dicky.
Dicky menegaskan agar masyarakat tidak abai 5M yakni Mencuci Tangan, Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas.
"Ini yang harus terus dilakukan selain karantina tujuh hari," ucapnya.
Seperti diketahui, Pemerintah berencana kembali menerapkan karantina 7 hari bagi orang yang baru datang dari luar negeri.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai pertimbangan ini menyusul kemunculan virus corona varian Delta AY4.2.
"Bukan tidak mungkin nanti kalau orang datang dari luar, yang kita bisa lakukan mungkin karantinanya naik jadi tujuh hari," kata Luhut.
Luhut mengatakan rencana memperpanjang masa karantina bukan bentuk inkonsistensi kebijakan penanganan pandemi Covid-19.
Opsi ini, kata dia, dipertimbangkan karena pemerintah hati-hati dalam menghadapi varian baru.
Dia mengajak seluruh pihak untuk waspada terhadap varian baru virus Corona tersebut. Luhut menyebut virus Corona varian Delta AY4.2 lebih ganas 15 persen daripada varian delta sebelumnya.
Varian AY.4.2 adalah turunan virus corona varian Delta B1.167.2 yang bermutasi. Varian AY.4.2 mendapat pemantauan khusus dari Inggris dan beberapa negara lainnya karena disebut lebih menular dan lebih cepat berevolusi ketimbang varian Delta lainnya.
"Kalau ada dari kita atau saudara ingin kena, ya silakan leha-leha, tapi saya tidak mau. Saya akan tegas mengatakan kita akan menyesuaikan atau antisipasi perilaku dari Covid-19 ini," ujar Luhut.
Sebelumnya, pemerintah memangkas waktu karantina menjadi 3x24 jam. Kebijakan itu diterapkan usai kasus Covid-19 melandai dan sejumlah daerah berstatus level 1.
Ibarat bom waktu, virus corona varian Delta AY4.2 pada akhirnya akan masuk ke Indonesia. Hal itu diyakini Epidemiolog Dicky Budiman.