Berita Semarang
Pemprov Jateng Dorong Pertumbuhan Investasi Melalui CJIBF
Pemprov Jawa Tengah mendorong sektor investasi untuk terus tumbuh di tengah kondisi pandemi.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemprov Jawa Tengah mendorong sektor investasi untuk terus tumbuh di tengah kondisi pandemi yang mulai membaik ini. Di antaranya dengan menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021.
Bahkan, di hari pertama even tahunan itu, telah ada 26 investor yang menyatakan tertarik untuk membangun atau memindahkan pabriknya ke Jawa Tengah.
Dari 26 investor itu, total investasi yang didapat mencapai Rp 6 triliun.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, di tengah pandemi ini tidak mudah mengundang investor untuk masuk, karena memang situasinya belum cukup bagus.
"Namun hari ini kita melihat kondisinya membaik sehingga kita jemput bola. Karena kondisinya membaik maka, kita genjot. Dan Alhamdulillah banyak yang masuk. Dan kita mendorong agar sektor investasi bisa tumbuh," kata Ganjar, usai bussines forum di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (10/11/2021).
Ganjar melihat membaiknya kondisi saat ini harus diikuti dengan kesiapan daerah untuk menerima investor yang masuk.
Karenanya, ia mendorong kawasan-kawasan industri termasuk kawasan industri khusus (KIK) agar bisa segera beroperasi.
"Semoga ada komitmen-komitmen baru yang masuk. Karena potensinya ini masih bisa lebih besar lagi. Makanya saya tawarkan kalau mereka berminat investasi di sini, kita investment tour sehingga mereka bisa melihat lokasi yang cocok," ujarnya.
Tertariknya para investor masuk ke Jawa Tengah, lanjut Ganjar, tak lepas dari kemudahan yang diberikan oleh pemerintah, di antaranya terkait perizinan.
Selain itu kondisi sosial politik juga sangat berpengaruh.
"Dari dialog, investor membutuhkan kemudahan-kemudahan, stabilitas sosial politik itu penting, aman itu penting ternyata, itu disampaikan oleh mereka. Kalau itu bisa diberikan, maka baik. Nah pernik-pernik yang kemudian masih menjadi persoalan adalah terkait izin yang sulit, ada pungli, kemudian beberapa regulasi yang sudah dicabut kok masih ada di antaranya Ho. Ini tugas saya untuk menata," jelasnya.
Ganjar menegaskan, pihaknya akan menyambut baik investasi yang masuk ke Jawa Tengah.
Komitmen itu ditunjukkan dengan adanya kemudahan yang diberikan kepada para investor nantinya. Termasuk juga keringanan pajak, yang didukung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Ratna Kawuri mengatakan, sebenarnya sudah banyak investor yang menyatakan tertarik masuk ke Jawa Tengah.
Selain 26 investor yang diperoleh dalam CJIBF di hari pertama, telah ada 20 investor yang sebelumnya juga menyatakan akan berinvestasi di Jawa Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/calon-investor-di-business-forum2.jpg)