Breaking News:

Berita Internasional

Seorang Demonstran Antikudeta Sudan Tewas Ditembak Pasukan Keamanan

Sabtu (13/11/2021), seorang demonstran anti-kudeta Sudan tewas ditembak di Omdurman, kota kembar ibu kota.

Kompas.com/Istimewa
Pedemo anti-kudeta Sudan meneriakkan slogan menentang pemerintahan militer di Khartoum, Sabtu (30/10/2021). Demonstran menolak usul dari pihak internasional untuk membagi kekuasaan dengan militer, dan menyerukan mogok kerja dua hari mulai Minggu (7/11/2021). AP PHOTO/MARWAN ALI 

TRIBUNJATENG.COM, OMDURMAN - Sabtu (13/11/2021), seorang demonstran antikudeta Sudan tewas di Omdurman, kota kembar ibu kota.

Pendemo tersebut tewas ditembak pasukan keamanan.

"Satu pengunjuk rasa tewas di Omdurman oleh peluru militer putschist (pengambil alih kekuasaan)," kata Komite Sentral untuk Dokter Sudan yang dikutip AFP.

Baca juga: Panglima Militer Sudan Sebut Pengambilalihan Pemerintahan Dilakukan untuk Cegah Perang Saudara

Mereka menambahkan, ada beberapa korban lain yang terluka oleh peluru tajam yang ditembakkan oleh pasukan keamanan.

Pasukan keamanan Sudan pada Sabtu juga menembakkan gas air mata ke ribuan demonstran antikudeta di seluruh negeri, dua hari setelah militer berusaha memperkuat cengkeramannya dengan membentuk dewan penguasa baru.

Demo pro-demokrasi pecah hampir tiga minggu setelah jenderal tinggi Abdel Fattah Al-Burhan menggulingkan pemerintahan sipil dan menahan para pimpinannya, serta menyatakan keadaan darurat.

“Puluhan orang berkumpul serta berteriak menentang kekuasaan militer dan rmaai-ramai bertemu demonstrasi lainnya,” kata Mohieddine Hassan, saksi dari distrik Al-Shajarah di Khartoum.

"Tidak, tidak untuk aturan militer", "(Pemerintahan) sipil adalah pilihan rakyat", dan "Turunkan seluruh dewan", teriak para pedemo anti-kudeta Sudan di Khartoum.

Terlepas dari gangguan jaringan komunikasi, ratusan orang juga berkumpul di kota kembar Omdurman, lokasi polisi membubarkan pengunjuk rasa dengan gas air mata, kata saksi dan koresponden AFP di sana.

Pasukan keamanan juga menembakkan gas air mata ke beberapa demonstrasi di Khartoum kemudian mengejar pengunjuk rasa, menurut para saksi mata.

Demonstrasi lain pecah di kota Wad Madani di selatan, serta di kota Port Sudan dan negara bagian Kassala di timur, kata saksi mata.

Kudeta Sudan oleh militer pada 25 Oktober mengundang kecaman internasional, seperti halnya tindakan keras yang mematikan terhadap para pedemo di jalan yang menuntut dipulihkannya transisi demokrasi negara itu.

Namun, harapan para demonstran bahwa militer akan mundur pupus pada Kamis (11/11/2021), ketika Burhan menyebut dirinya sebagai kepala Dewan Berdaulat baru yang berkuasa dan tidak melibatkan blok sipil utama Sudan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demo Anti-Kudeta Sudan Ricuh, 1 Demonstran Tewas Ditembak Pasukan Keamanan"

Baca juga: Bikin Pejabat Gelisah, Komisi Pemberantasan Korupsi Dibubarkan Junta Militer Sudan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved