Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

68 Napi Tewas Akibat Kerusuhan Dalam Lapas di Ekuador, Ditemukan Senjata dan Bom

Kerusuhan terjadi dalam penjara atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Litoral di Ekuador yang mengakibatkan 68 narapidana tewas.

Editor: m nur huda
AFP PHOTO/NICOLA GABIRRETE
Anggota kepolisian Ekuador memindahkan mayat seorang narapidana yang tewas di atap pavilion Penjara Guavas 1 di Guayaquil, Ekuador, pada 13 November 2021. Pertikaian di penjara itu menyebabkan 68 narapidana tewas. 

TRIBUNJATENG.COM, GUAYAQUIL - Kerusuhan terjadi dalam penjara atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Litoral di Ekuador yang mengakibatkan 68 narapidana tewas.

Kerusuhan dalam Lapas di Kota Guayaquil dilaporkan mulai terjadi pada Jumat (12/11/2021) malam waktu setempat.

Media Ekuador melaporkan, unit taktis kepolisian yang dikerahkan ke dalam penjara mengaku menemukan senjata dan bom.

Diwartakan BBC Sabtu (13/11/2021), sepanjang tahun ini saja hampir 300 napi tewas dalam kerusuhan di lembaga pemasyarakatan.

Huru-hara yang terjadi pada September, dikarenakan konflik antar-geng, disebut merupakan yang terburuk di Ekuador.

Saat itu, salah satu geng di salah satu sayap penjara merangkak masuk melalui lubang ke wilayah lain, dan menyerang rivalnya.

Masifnya pertikaian tersebut membuat pemerintah menerjunkan ratusan tentara dan polisi untuk memulihkan ketertiban.

Pertikaian di mana banyak korbannya dipenggal tersebut menjadi sorotan, karena dianggap bukti makin kuatnya kelompok kejahatan trans-nasional.

Rivalitasnya bahkan disebut menyamai konflik Sinaloa dan Generasi Baru Jalisco, dua kartel narkoba terkuat Meksiko.

Awal November ini, Presiden Guillermo Lasso menegaskan pemerintahannya berhasil mendapatkan kendali atas seluruh kawasan.

Dia menekankan tidak hanya di lembaga pemasyarakatan, namun juga di tempat-tempat yang dikuasai penyelundup narkoba.

Dia menuding pemerintahan sebelumnya pasif.

Meski begitu, dia menyatakan perang melawan narkoba ini bisa berlangsung hingga 10 tahun.

Lasso melanjutkan untuk bisa menangkalnya, pihaknya membutuhkan bantuan terutama dari negara tetangga Kolombia, AS, dan Uni Eropa.

Pejabat setempat menerangkan, penjara di Ekuador kelebihan kapasitas hingga 9.000 narapidana dari desain aslinya.

Lembaga Pemasyarakatan Litoral sendiri sebenarnya hanya bisa menampung 5.300 napi, namun kini meluber hingga 8.500.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kerusuhan Kembali Terjadi di Penjara Ekuador, 68 Napi Tewas

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved