Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Book Lovers

Berlatih Ambil Keputusan Cepat dan Tepat, Vika Terkesan pada Buku Blink karya Malcolm Gladwell

Setiap orang memiliki cerita serta alasan masing-masing ketika menjadikan aktivitas membaca buku sebagai sebuah hal penting.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
DOKUMENTASI PRIBADI
Vika Himawanti Suprapto 

TRIBUNJATENG.COM - Setiap orang memiliki cerita serta alasan masing-masing ketika menjadikan aktivitas membaca buku sebagai sebuah hal penting, tidak terkecuali Vika Himawanti Suprapto (36).

Bagi Vika, membaca buku secara rutin membantunya mengembangkan diri dalam bidang yang sedang digelutinya.

Vika mengatakan, kebiasaannya dalam membaca buku terbilang masih baru.

Dia rutin membaca buku, terutama menyangkut tema self development, personal branding, communication skill dan leadership, baru sekira lima tahun terakhir.

Baca juga: Resensi Buku Anjing yang Mencintai Bunga, Antologi Puisi yang Kaya Rasa dari Lima Penyair

Baca juga: Tekan Kasus HIV, KPA Kabupaten Batang Gelar Sosialisasi Kepada Kalangan Muda

Dia menyatakan, menekuni membaca berawal dari keinginan untuk menunjang pekerjaan.

“Pertama, alasan membaca buku ya karena kebutuhan. Saat itu sekira tahun 2017 saya sedang membangun usaha di bidang training, lalu mulai ada peserta kelas-kelas training kecil dengan peserta yang terbatas. Dari situ, mau tidak mau saya wajib memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan yang mendukung materi training. Misalnya, tentang leadership dan service excellent. Hingga akhirnya pada tahun 2019 saya memfokuskan diri untuk lebih memperdalam public speaking,” katanya.

Alumnus Akuntasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu bercerita, dia memilih sejumlah topik buku yang dibacanya, tidak lain demi menunjang pengembangan diri dan kariernya sebagai seorang trainer, khususnya public speaking.

Dia mengaku, selama lima tahun berproses tersebut, setiap hari selalu menyempatkan untuk membaca buku.

Biasanya, Vika membaca buku di sela-sela waktu bekerja.

Menurut Vika, dari sekian buku lintas tema itu, terdapat satu buku yang berkesan baginya, bahkan dapat dibilang mempengaruhi pengembangan dirinya sekarang.

Buku tersebut berjudul Blink: Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir, karya Malcolm Gladwell, yang terbit pada tahun 2005.

Buku itu, kata dia, mengajarkan kepada pembaca cara membuat suatu kesimpulan secara cepat dan akurat tanpa membutuhkan informasi yang lengkap.

Alhasil, kemampuan tersebut membuat tidak banyak waktu dan pikiran terbuang, sebaliknya justru menjadi lebih produktif.

“Jadi buku itu memberikan gambaran bahwa orang-orang yang pandai mengambil keputusan yang tepat belum tentu orang yang memproses paling banyak informasi. Karena, ada salah satu bagian dalam otak kita yang mampu mengolah informasi dalam waktu cepat. Pola ini bekerja di bawah pikiran bawah sadar otak kita yang berujung pada sebuah kesimpulan,” ujarnya.

Dari buku itu juga, kata Vika, dia kemudian mengerti bahwa beberapa orang yang memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan secara cepat sebenarnya berkat kebiasaan atau pengulangan dari banyaknya pengalaman. Secara tidak langsung otak telah terlatih.

“Dibutuhkan latihan untuk cepat menyaring informasi serta meminimalkan faktor-faktor risiko dari sejumlah kemungkinan yang terjadi,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, tindakan-tindakan tersebut merupakan satu dari sekian nilai-nilai kepemimpinan.

Oleh karena itu sebagai seorang trainer, sebelum membuat materi atau dalam menyusun perencanaan training, Vika harus mencari referensi yang menunjang dengan kejadian maupun pengetahuan teranyar.

“Dan semua itu, salah satunya didapat lewat membaca buku. Karena itu bagi saya membaca buku adalah kewajiban untuk pengembangan diri dan pengetahuan demi pengembangan perusahaan. Selain itu, membaca buku sangat melatih otak untuk tidak mudah lupa. Aktivitas membaca sendiri tidak ubahnya latihan empati karena seolah kita sedang berjalan dengan sepatu orang lain untuk sementara waktu,” jelasnya.

Perempuan asal Purwokerto itu memaparkan, banyak pelajaran yang didapat dari membaca buku selama ini.

Dia mengakui, dahulu merupakan pribadi yang kurang menyukai aktivitas berbicara di depan umum.

Namun, berkat membaca kemudian muncul kepercayaan diri sampai berani merintis usaha di bidang jasa pelatihan bagi orang-orang yang ingin memperdalam skill berkomunikasi.

Vika menegaskan, hingga sekarang karena alasan pekerjaan lebih memilih fokus membaca buku-buku terkait skill komunikasi secara umum dan spesifik teknik maupun tips berbicara di depan umum.

Dari sana, banyak pemahaman yang didapatnya dan kemudian diterapkan baik untuk kehidupan sehari-hari maupun memenuhi profesinya.

Baca juga: Beredar Video Kerusuhan Warga Vs Pemotor Knalpot Brong di Tawangmangu Karanganyar, Ini Kata Polisi

Baca juga: Jateng Juara Umum Cabor Biliar Latber Siwo Nasional, Raih Dua Gelar Bergengsi

“Saya ini dulu orang yang tidak begitu suka tampil, apalagi berbicara di depan umum. Tetapi, karena mendirikan usaha di bidang pendidikan bernama VC Education, saya dipaksa untuk sering paparan di hadapan klien. Dari situlah, saya memperdalam teknik bicara di hadapan umum,” katanya.

Pada awalnya, kata Vika, belajar berkomunikasi di depan umum dari buku.

“Puncaknya, saya mengambil sertifikasi public speaking guna menunjang profesi saya sebagai trainer public speaking. Jadi, itu yang kemudian membawa saya pada bacaan ke arah materi yang bisa mendukung apa yang sampai sekarang terus saya perdalam,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved