Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Video Bupati Banyumas Achmad Husein Viral terkait Tolak OTT KPK, Ia Pun Punya Dalih

Video berdurasi 24 detik yang menunjukan Bupati Banyumas, Achmad Husein tengah berpidato takut dan tidak mau di OTT viral. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Video berdurasi 24 detik yang menunjukan Bupati Banyumas, Achmad Husein tengah berpidato takut dan tidak mau di OTT viral. 

Bupati Husein memberikan klarifikasi bahwa video aslinya itu tidak sepenuhnya ditampilkan. 

Apa yang disampaikan dalam diskusi ranah tindak pencegahan yang diadakan oleh Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK, bupati berbicara sekitar lima menit. 

Namun yang ramai di media sosial adalah cuplikan 24 detik menyatakan bupati seakan menolak OTT kasus korupsi. 

Baca juga: Kontainer Terjatuh di Persimpangan Exit Tol Gayamsari Semarang, Kondisi Sopir Terpengaruh Alkohol

Baca juga: Ganjar Pranowo Dukung Penyiapan Kawasan Khusus Terpadu untuk Kemandirian Ekonomi Eks Napiter

Baca juga: Wujudkan Layanan Kesehatan Prima, DPD RI Apresiasi Sistem Digitalisasi Rumah Sakit di Jawa Tengah

Dalam diskusi itu, pihak KPK berbicara mengenai bagaimana pencegahan kepala daerah tidak melakukan korupsi. 

Husein menjelaskan dalam diskusi itu Ketua KPK sempat berbicara indikator kepala daerah yang sukses. 

Diantaranya adalah indikasi kemiskinannya turun, pertumbuhan ekonomi naik, angka kematian ibu hamil turun, indeks pembangunan manusia naik dan seterusnya. 

Bupati Husein kemudian melakukan analisa dengan mengambil sampel di 3 daerah yang kepala daerahnya di OTT.

Dia bertanya apakah hal itu dapat memperbaiki kondisi daerah tersebut, terutama terkait indikator kesuksesan kepala daerah. 

Menurutnya, OTT tidak mempengaruhi secara langsung terkait perbaikan masalah ekonomi dan indeks pembangunan manusia di daerah. 

"Maksudnya bukan berarti mau di OTT itu digagalkan. 

Artinya jauh sebelum penyelidikan agar bisa dilihat dulu kepala daerah itu dari performance, apakah bupati ini punya prospek memajukan daerahnya atau tidak. 

Di situlah letak pencegahannya, jangan semua dilanjutkan kemudian di OTT," katanya kepada Tribunjateng.com, di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (15/11/2021). 

Menurut Husein, harus ada mekanisme filter jenis orangnya. 

Kalau dia punya potensi baik kenapa tidak dipanggil dan diklarifikasi terlebih dahulu kemudian diingatkan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved