Berita Semarang
Dinkes Kota Semarang Akan Geser Tempat Isoter ke RSUD Mijen Jika Sudah Selesai Dibangun
Tempat isoter yang dikelola Pemerintah Kota Semarang saat ini masih memanfaatkan rumah dinas wali kota yang terletak di Semarang Barat
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Kota Semarang berencana memindah tempat isolasi terpusat (isoter) pasien Covid-19.
Tempat isoter yang dikelola Pemerintah Kota Semarang saat ini masih memanfaatkan rumah dinas wali kota yang terletak di Semarang Barat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, isoter akan digeser ke RSUD Tipe D Mijen apabila pembangunan rumah sakit tersebut telah rampung.
Rumah sakit baru milik Pemerintah Kota Semarang itu akan dijadikan sebagai ruang isolasi selama kondisi masih pandemi.
"Begitu RS tipe D jadi, yang di rumah dinas akan kami pindah semuanya di RS tipe D," papar Hakam, Rabu (24/11/2021).
RSUD tipe D Mijen, lanjut Hakam, masih dikerjakan tahap kedua.
Pada 2022 nanti, Pemerintah Kota Semarang juga masih akan meneruskan pekerjaan.
Dari sisi struktur bangunan sudah terpasang, tinggal penyelesaian lainnya yang nantinya dikerjakan oleh Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang
Sedangkan tenaga kesehatan, Dinkes akan menyiapkan tenaga baru dari hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
"Harapannya CPNS masuk, RS sudah siap dibuka atau diaktifkan," ucapnya.
Pihaknya akan mengerahkan beberapa tenaga dari puskesmas untuk bertugas di RSUD baru jika RSUD sudah siap digunakan namun tenaga CPNS belum mulai masuk kerja.
Menurutnya, rumah sakit tipe D tidak membutuhkan banyak tenaga.
Petugas yang dibutuhkan sekitar 50 tenaga kesehatan yang nantinya terbagi empat poli yakni poli dalam, poli bedah, poli anak, dan poli obgyn. Kemudian, petugas unit gawat darurat (UGD) dan rawat inap.
"Petugas 50 dulu. Harapannya, sudah bisa melakukan kegiatan awal karena tempat tidur untuk tipe D tidak banyak," tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang akan berupaya mendorong percepatan pembangunan rumah sakit yang saat ini progres pembangunannya diperkirakan telah mencapai 65 persen.