Breaking News:

Fokus

Fokus : Ada Apa dengan (Data) PNS?

Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, terkait dengan pernyataan Menteri sosial (Mensos) Tri Rismaharini

Penulis: rustam aji | Editor: Catur waskito Edy
ISTIMEWA
ilustrasi Rupiah dari aplikasi penghasil uang. 

Oleh Rustam Aji

Wartawan Tribun Jateng

Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, terkait dengan pernyataan Menteri sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang menyebut ada sebanyak 31.624 PNS menerima bansos.

Klaim Risma, sebanyak 28.965 PNS aktif menjabat menerima bansos, dan 2.659 sisanya merupakan pensiunan.

Sebelumnya, pada akhir Mei lalu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkapkan menemukan data 97 ribu data PNS fiktif tetap menerima gaji dan dana pensiun meskipun tak memiliki keberadaan yang jelas.

"Ternyata hampir 100 ribu, tepatnya 97 ribu data misterius. Dibayar gajinya, dibayar iuran pensiunnya, tapi tak ada orangnya," kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, dalam tayangan YouTube Pengumuman BKN Kick Off Meeting Pemutakhiran Data Mandiri, Senin (24/5/2021).

Bila dihitung dengan gaji terendah PNS yakni PNS golongan I/a dengan masa kerja di bawah satu tahun sebesar Rp1.560.800, maka potensi kerugian Negara mencapai Rp 151,39 miliar per bulan.

Sementara itu, data tersebut ditemukan pada 2014 lalu. Dengan demikian, negara tetap menggaji para PNS fiktif tersebut selama tujuh tahun enam bulan atau 90 bulan hingga Mei 2021.

Jadi, potensi kerugian negara kembali berlipat menjadi Rp13,62 triliun.

Entahlah, apakah persoalan terkait data PNS yang dianggap fiktif, yang mencuat pada Mei lalu itu sudah diselesaikan atau belum, tampaknya juga masih kurang terang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved