Breaking News:

Berita Semarang

Perguruan Tinggi NU Kembangkan Sains dan Teknologi Plasma, Unwahas Undang Guru Besar Undip

Unwahas turut serta dalam pengembangan teknologi guna memenuhi kebutuhan Masyarakat.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Dok. Unwahas
Guru Besar Fisika Undip, Prof Muhammad Nur (tengah) memaparkan penjelasan pengembangan sains dan teknologi plasma pada seminar sains dan teknologi di Unwahas. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) sebagai lembaga pendidikan tinggi di bawah NU turut serta dalam pengembangan teknologi guna untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat.

Untuk itu, Unwahas kembali menyelenggarakan seminar sains dan teknologi dengan tema 'Peluang Perguruan Tinggi NU dalam Peningkatan Kesehatan dan Perekonomian Masyarakat Berbasis Inovasi Teknologi Plasma' di Gedung Dekanat Unwahas.

Seminar mengundang guru besar fisika Universitas Diponegoro (Undip), Prof Muhammad Nur. Pembina Yayasan Wahid Hasyim Semarang, KH Ali Mufiz yang mewakili Ketua Umum Yayasan, Prof Noor Achmad dan Rektor Unwahas, Prof Mudzakkir Ali juga hadir dalam seminar.

Guru Besar Fisika Undip, Prof Muhammad Nur menjelaskan, ide-ide teknologi sebetulnya bukan hanya bersumber dari mahasiswa, namun juga dari pendidik di lingkungan universitas.

"Unwahas sebagai Universitas yang memiliki slogan Intelektual Berkarakter diharapkan juga mampu menghadirkan teknologi terbaru untuk menunjang kebutuhan kesehatan dan perekonomian masyarakat," kata Prof Muhammad Nur, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Menurutnya, teknologi plasa merupakan teknologi yang sangat luar biasa. Yang mana, dalam era pandemi sekarang ini teknologi tersebut sangat diperlukan untuk masyarakat.

Ia juga memperkenalkan alat baru yang disebut Zeta Green. dimana alat tersebut menggunakan teknologi plasma dingin untuk kebersihan ruangan dari polusi kuman dan polusi kimia yang terus meningkat.

"Alat tersebut dapat mengurangi transmisi bakteri, jamur, virus, spora sehingga juga dapat mengurangi bau tak sedap, asap rokok dan polusi lainnya," ucapnya.

Senada, pembina Yayasan Wahid Hasyim KH Ali Mufiz menjelaskan, jika teknologi dan sains plasma untuk saat ini dapat memberikan kontribusi teknologi yang sangat luar biasa.

"Tentunya dengan ditemukannya teknologi tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi," tutur Ali.

Ia juga menjelaskan bahwa ekonomi yang baik saat ini adalah ekonomi yang menggunakan teknologi tepat guna. Di mana salah satunya adalah teknologi plasma tersebut.

Diharapkan, nantinya dalam pengembangan teknologi, Unwahas mampu bersaing dengan universitas lain dalam menghadirkan teknologi tepat guna. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved