Breaking News:

Berita Banjarnegara

Harga Minyak Goreng Melambung Jelang Nataru, Warga Diimbau Tidak Aksi Panic Buying

Harga minyak goreng kemasan masih terus naik, termasuk di Kabupaten Banjarnegara. harga rata-rata minyak goreng mencapai Rp 19.000-20.000.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG. COM, BANJARNEGARA - Harga minyak goreng kemasan secara nasional masih terus naik, termasuk di Kabupaten Banjarnegara.

Di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Banjarnegara, harga rata-rata minyak goreng mencapai Rp 19.000-20.000 perliter. 

Data dari aplikasi Sipinter Apik yang dikembangkan Pemkab Banjarnegara, harga minyak goreng per hari ini di pasar kota Banjarnegara Rp 19 ribu perliter.

Sedangkan di Pasar Mandiraja di kisaran Rp 20 ribu perliter, dan di Pasar Karangkobar Rp 19 ribu perliter. 

Baca juga: Dua Pasangan Kena Razia Kos Semarang, Di Hadapan Polisi Mengaku Mau Segera Menikah

Baca juga: Hujan Lebat Picu Longsor dan Merusak Jalan di Kebumen, Bupati Minta Perbaikan Segera Digarap

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UMKM (Indagkop) Kabupaten Banjarnegara Suroso mengatakan, kenaikan harga minyak goreng kemasan dipengaruhi naiknya harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dunia. 

"Juga karena meningkatnya permintaan CPO untuk industri biodiesel, serta turunnya produksi CPO nasional, " katanya, Senin (29/11/2021) 

Harga minyak yang naik dalam beberapa minggu terakhir ini dimungkinkan belum akan turun sampai akhir tahun 2021 mendatang. 

Tetapi ia menilai kenaikan harga minyak goreng kemasan saat ini masih terjangkau oleh masyarakat. 

Ia pun meminta para pelaku usaha tidak menimbun barang kebutuhan masyarakat untuk spekulasi momentum libur Natal dan Tahun Baru.

Ia juga meminta pedagang menjaga harga di tingkat wajar sesuai acuan yang ditetapkan  pemerintah. 

Baca juga: Inilah Sosok Ameer Putra Ustaz Arifin Ilham Meninggal, Baru 5 Bulan Menikah: Allah Sayang Abang

Baca juga: Nasib Karier Anggota TNI Kopassus Bentrok dengan Polisi Brimob, Ini Ancaman Panglima Jenderal Andika

"Warga juga agar tidak panic buying (pembelian karena panik) dan ikut memantau harga di pasaran, " katanya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE ;

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved