Harga Minyak
Hari Ini Harga Minyak Mentah Melonjak lebih dari 1%, WTI ke US$70,94 dan Brent ke US$74,26
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 1%, WTI ke US$70,94 dan Brent ke US$74,26. Harga minyak naik pada hari Selasa (30/11).
TRIBUNJATENG.COM -- Harga minyak mentah melonjak lebih dari 1%, WTI ke US$70,94 dan Brent ke US$74,26. Harga minyak naik pada hari Selasa (30/11).
Memperpanjang rebound dari penurunan pekan lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen utama dunia akan menghentikan rencana menambah pasokan minyak mentah pada Januari di tengah ketidakpastian atas dampak varian virus corona Omicron.
Melansir Reuters pukul 08.16 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 99 sen atau 1,4% menjadi US$70,94 per barel pada 0105 GMT, menambah kenaikan 2,6% pada hari Senin.
Sementara, harga minyak mentah Brent naik 82 sen atau 1,1% menjadi US$74,26 per barel, setelah naik 1% pada hari Senin.
Harga minyak anjlok sekitar 12% pada hari Jumat bersama dengan pasar lain di tengah kekhawatiran Omicron, memicu penguncian baru dan menghambat pertumbuhan ekonomi global.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Senin bahwa Omicron menimbulkan risiko lonjakan infeksi yang sangat tinggi dan beberapa negara meningkatkan pembatasan perjalanan.
Masih belum jelas seberapa parah varian baru itu dan apakah bisa melawan vaksin yang ada.
Baca Juga: Harga minyak mentah naik, menutup penurunan setelah hari terburuk tahun ini
Dengan prospek permintaan, ekspektasi tumbuh bahwa Organisasi negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan sekutu mereka (OPEC+), yang dijadwalkan bertemu pada 2 Desember akan menunda rencana untuk menambah 400.000 barel per hari (bph) pasokan pada bulan Januari.
"Kami pikir grup akan condong ke arah jeda kenaikan produksi mengingat varian Omicron dan pelepasan stok minyak oleh konsumen minyak utama," kata analis komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar dalam sebuah catatan.
Tekanan sudah tumbuh di dalam OPEC+ untuk mempertimbangkan kembali rencana pasokannya setelah rilis cadangan minyak mentah darurat minggu lalu oleh Amerika Serikat dan negara-negara konsumen minyak utama lainnya untuk mengatasi kenaikan harga.
"Menyusul rilis cadangan strategis global dan pengumuman lusinan negara yang membatasi perjalanan ke dan dari Afrika Selatan dan negara-negara tetangga, OPEC dan sekutunya dapat dengan mudah membenarkan penghentian produksi atau bahkan sedikit pengurangan produksi," kata analis OANDA Edward Moya di sebuah catatan.
Juga membebani pasar minyak adalah prospek dimulainya kembali ekspor minyak dari Iran, menyusul komentar optimistis dari para diplomat saat pembicaraan dilanjutkan pada hari Senin antara kekuatan dunia dan Iran tentang menghidupkan kembali pakta nuklir. (Kontan.co.id)
Baca juga: BERITA LENGKAP : Cegah Omicron, Benarkah Kasus Covid-19 Indonesia Tidak akan Meledak Seperti Eropa
Baca juga: Jadwal Pemutaran Film di Bioskop New Star Cineplex Pati Hari Ini Selasa 30 November 2021
Baca juga: Dugaan Kompolnas Polisi Jualan Rokok Gajinya Masih Rp 1,6 Juta, Jadi Pemicu Kopassus vs Brimob Papua
Baca juga: FAKTA MENGEJUTKAN Sosok Pentolan KKB Demius Alias Temianus Magayang Ternyata Seorang Kepala Desa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/minyak-mentah_20160108_072614.jpg)