Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sejumlah Negara Mulai Catat Kasus Perdana Covid-19 Omicron

Jepang melaporkan kasus pertama Omicron, setelah seorang laki-laki berusia 30-an tiba dari Namibia di Bandara Narita pada Minggu (28/11) lalu.

Editor: Vito
Pusat Penelitian Virus di Universitas Glasgow
covid-19 omicron - Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam. 

TRIBUNJATENG.COM - Sejumlah negara mulai mencatatkan kasus pertama varian baru covid-19 Omicron, menyusul masuknya pendatang dari negara Afrika. Kini, puluhan negara telah menutup pintu kedatangan dari Benua HItam.

Jepang misalnya yang telah melaporkan kasus pertama varian Omicron pada Selasa (30/11) waktu setempat, setelah nyaris 'mengalahkan' varian virus corona Delta.

Jepang sebenarnya telah berhasil secara drastis mengurangi beban kasus harian varian Delta pada pertengahan November ini, karena aturan covid-19 yang ketat dan tingkat vaksinasi yang tinggi.

Media lokal mengatakan, pasien merupakan seorang diplomat dari Namibia. Namun Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno enggan menyebutkan kewarganegaraan pasien tersebut.

"Infeksi itu terdeteksi pada seorang laki-laki berusia 30-an yang telah tiba dari Namibia," kata Matsuno. Ia menyampaikan bahwa pasien saat ini dirawat di fasilitas medis.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (30/11), sebelumnya The Japan Times mengutip sumber pemerintah yang menyebut pasien merupakan seorang diplomat Namibia yang dites positif covid-19 di Bandara Narita dekat Tokyo, setelah tiba di sana pada Minggu (28/11) lalu.

Jepang pun telah menutup perbatasan bagi semua pelancong asing pada Selasa dalam upaya untuk mencegah penyebaran varian Omicron yang diyakini para ilmuwan berpotensi lebih menular dan kebal vaksin dibandingkan dengan varian sebelumnya, termasuk Delta.

Di Australia, virus corona jenis Omicron untuk pertama kalinya terdeteksi pada dua penumpang yang diuji setelah terbang dari Afrika Selatan ke Sydney, dan sempat singgah di Singapura.

Melansir Al Jazeera, otoritas kesehatan di negara bagian timur New South Wales mengatakan pada Minggu (28/11), pengujian genomik mendesak dilakukan dan mengonfirmasi jenis baru itu ada pada dua orang yang mendarat di Sydney pada Sabtu (27/11).

NSW Health dalam sebuah pernyataan menyebut, kedua penumpang tersebut berasal dari Afrika Selatan, dan tiba di Australia dengan penerbangan Qatar Airways melalui Doha.

Mereka dites positif covid-19 tak lama setelah tiba, kemudian dianalisis untuk mencari tahu apakah terinfeksi strain Omicron yang mutasi protein lonjakannya sangat tinggi.

“Dua kasus positif yang tidak menunjukkan gejala itu diisolasi di fasilitas kesehatan khusus. Kedua orang tersebut telah divaksinasi penuh,” kata NSW Health.
Karantina

Sebanyak 12 penumpang lain dari Afrika Selatan pada penerbangan yang sama tidak dinyatakan positif covid-19, tetapi telah ditempatkan di karantina.

Otoritas kesehatan menambahkan, sekitar 260 penumpang dan awak di pesawat juga telah diperintahkan untuk diisolasi.

Australia juga mengantisipasi penyebaran varian baru itu, mengingat kedua pendatang positif itu diketahui sempat mendatangi mal.

Pesawat dengan penumpang yang terinfeksi mendarat pada hari yang sama ketika Australia mengumumkan larangan penerbangan dari sembilan negara Afrika, termasuk Afrika Selatan dan Zimbabwe.

Singapura juga dikabarkan tengah berupaya mengantisipasi kemungkinan penyebaran Omicron, menyusul dua orang kasus pertama di Australia diketahui sempat singgah di Negeri Singa.   

Adapun, Pemerintah Swiss mengatakan kemungkinan kasus pertama varian Omicron terdeteksi di negara tersebut, Minggu (28/11) malam.

Swiss telah memperketat perbatasan untuk mencegah penyebaran varian Omicron yang memiliki mutasi protein lonjakan begitu banyak.

Melansir Reuters, kasus tersebut berkaitan dengan seseorang yang kembali ke Swiss dari Afrika Selatan sekitar seminggu yang lalu, kata Kantor Federal untuk Kesehatan Masyarakat di Twitter.

Dijelaskan bahwa saat ini pengujian tengah dilakukan untuk memperjelas situasi di Swiss. Swiss telah memerintahkan agar para pelancong dari 19 negara menunjukkan tes negatif covid-19 sebelum menaiki pesawat ke negara itu.

Mereka juga harus mengikuti karantina selama 10 hari pada saat kedatangan. Daftar tersebut termasuk Australia, Denmark, Inggris, Republik Ceko, Afrika Selatan, dan Israel.

Sementara, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan, kasus ketiga dari varian baru virus corona jenis Omicron terdeteksi di negara tersebut.

Dilansir BBC, orang tersebut saat ini tidak berada di Inggris, tetapi pernah mengunjungi Westminster, London.

UKHSA menerangkan, orang yang dilaporkan sebagai kasus ketiga di Inggris sebelumnya melakukan perjalanan dari Afrika Selatan.

Pengujian tengah dilakukan di lokasi yang mereka kunjungi saat berada di Westminster London.

Badan itu menuturkan, sangat mungkin lebih banyak kasus akan ditemukan dalam beberapa hari mendatang.

Kasus terdeteksi setelah pemerintah menetapkan langkah-langkah untuk menghadapi varian Omicron, termasuk aturan wajib masker ketika pergi ke toko-toko, dan mengakses transportasi umum hingga ke sekolah di Inggris.

Omicron kali pertama tercatat di Afrika Selatan pada awal bulan ini, dan ditetapkan sebagai varian yang menjadi perhatian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (26/11) lalu.

Sejauh ini, sebanyak 36 negara telah menutup perbatasan pendatang dari Afrika Selatan. Mereka di antaranya Inggris, Jerman, Spanyol, Israel, Indonesia, Maroko, Australia, Singapura, hingga Hong Kong.

Selain di negara Afrika, varian tersebut juga sudah terdeteksi di sejumlah negara seperti Australia, Belanda, Inggris, Hong Kong, Belgia, Jerman, dan Italia.

WHO bahkan memasukkan varian Omicron ke dalam kategori varian of concern atau varian yang mengkhawatirkan.

Badan tersebut juga menyatakan varian Omicron memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian lain, dan dapat memicu reinfeksi atau infeksi ulang covid-19(Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved