Berita Kriminal
Cari Alamat Janda Tak Ketemu, Sanusi Ngamuk Tantang Warga, Berjung Meregang Nyawa
Seorang preman yang ngamuk karena tak ketemu mencari rumah seorang janda, tewas dikeroyok warga.
TRIBUNJATENG.COM, TASIKMALAYA - Seorang preman yang ngamuk karena tak ketemu mencari rumah seorang janda, tewas dikeroyok warga.
Korban bernama Uci Sanusi Pane (50) asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Ia ngamuk dan menuduh warga menyembunyikan janda yang ia cari.
Dengan mulut besar ia kemudian menantang warga untuk berkelahi.
Baca juga: Lowongan Kerja: PT Telkom Buka 20 Divisi, Pendaftaran hingga 31 Desember 2021
Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Money Bingo Terbukti Membayar atau Tidak? Simak Ulasan Berikut
Baca juga: Kemenkominfo Hentikan Siaran TV Analog di Tahun 2022, Para Pemilik TV Tabung Wajib Lakukan Hal Ini
Baca juga: 6 Pelaku Gendam di Semarang Ditangkap Polda Jateng, Calon Korban Diamati dari Penampilan
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Cikalong, Tasikmalaya, Jabar, Selasa (30/11/2021) dini hari.
Uci berulah dan berteriak-teriak menantang warga saat mengetahui wanita yang dicarinya berinisial S (45), tak berada di rumah.
Ia menuding warga sengaja menyembunyikannya.
Bukan hanya menantang, Uci juga menganiaya seorang pemuda dan petugas hansip serta merusak kendaraan milik warga.
"Menurut pengakuan warga, korban sempat bertindak kekerasan terhadap dua warga serta merusak kendaraan milik warga," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono, dikutip dari TribunJabar.id, Selasa (30/11) sore.
Diceritakan Rimsyahtono, peristiwa itu berawal saat korban Uci hendak mencari alamat rumah S di Desa Sindangjaya, Cikalong.
Karena tidak tahu alamat, sambungnya, Uci lantas diantar seorang pemuda setempat bernama Topa (33).
Setelah tiba di rumah S, Uci justru mengamuk dan menganiaya Topa karena orang yang dicarinya tidak ada di rumah.
Korban menuding, warga telah menyembuyikannya.
Saat Uci menganiaya Topa, anggota hansip setempat bernama Mariunan (50) datang untuk melerai, namun ia juga dipukul oleh korban.
“Korban (Uci) mengira janda yang hendak dikunjunginya sengaja disembunyikan oleh warga, hingga dia sempat memukul Topa yang mengantarnya menggunakan balok kayu."