Breaking News:

Berita Kudus

Khawatir Sudah Meninggal, Bupati Kudus Validasi Data Warga 71.096 Lansia‎

Data kependudukan lan‎sia sebanyak 71.096 orang di Kabupaten Kudus, dinilai perlu divalidasi ulang untuk memudahkan pencapaian target vaksin.

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Bupati Kudus, HM Hartopo (kanan) saat berbincang dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Badai Ismoyo, Rabu (1/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Data kependudukan lanjut usia (Lan‎sia) sebanyak 71.096 orang di Kabupaten Kudus, dinilai perlu divalidasi ulang untuk memudahkan pencapaian target vaksin.

Menurut Bupati Kudus, HM Hartopo‎, mengkhawatirkan data target yang berasal dari kependudukan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Sehingga pihaknya perlu melakukan validasi data agar memudahkannya dalam mencapai target.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Km 365 Semarang-Salatiga, L300 Dihantam Panther dari Belakang, Lalu Masuk Parit

Baca juga: Ubah Plastik Jadi Minyak, Tiga Mahasiswa UMK Kudus Sabet Medali Emas dalam Wintex 2021

"Khawatirnya ada Lansia yang sudah meninggal atau sudah pindah, tetapi masih terdata jadi sampai kapan pun tidak akan tercapai targetnya," kata Hartopo, Rabu (1/12/2021)

Dia menjelaskan, seluruh kecamatan diminta untuk melaporkan jumlah pasti Lansia di lapangan yang belum divaksin.

‎Saat ini, masih kurang empat kecamatan yang belum melaporkan kesesuaian data Lansia di wilayahnya masing-masing.

"Ada empat kecamatan yang belum laporan itu di antaranya Kecamatan Bae dan Dawe. Ketia sudah tahu jumlah Lansia pasti, vaksinasi lebih mudah," ujar dia.

Menurut Hartopo, Ketua RT dapat ikut terlibat melakukan pengawasan terhadap Lansia di wilayahnya.

‎"RT itu pasti paham, namanya siapa Lansia yang belum vaksin. Karena usia Lansia itu karena kondisi kesehatannya pasti sulit ke lokasi vaksin," ujar dia.

Hartopo memiliki ide untuk melakukan jemput bola agar percepatan vaksinasi terhadap Lansia dapat segera terpenuhi.

‎Program vaksinasi door to door itu saat ini sudah berjalan untuk mempercepat proses vaksinasi.

"‎Kita sudah ada tim yang mobile (keliling-Red) untuk melakukan vaksinasi door to door," kata Hartopo.

Saat ini vaksinasi Lansia sudah tercapai lebih dari 50 persen hingga akhir November 2021, targetnya Desember 2021 ini bisa tercapai 60-70 persen.

Baca juga: Terima Hadiah 2 Kapal Cepat dan Pakai Seragam Baru, Jadi Kejutan Ditpolairud Polda Jateng HUT ke 71

Baca juga: Ammar Zoni, Ricky Harun, dan Richard Kyle Ajak Masyarakat Berpartisipasi Menyukseskan DBON

"‎Targetnya vaksinasinya sampai akhir Desember 2021 ini bisa tercapai 70 persen," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved