Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Terus Meluas, Omicron Sudah Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Penyebaran covid-19 varian Omicron terus meluas ke 30 negara. Terbaru, virus itu terkonfirmasi sudah masuk di Malaysia dan Singapura.

Tayang:
Editor: Vito
Pusat Penelitian Virus di Universitas Glasgow
covid-19 omicron - Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam. 

KUALA LUMPUR, TRIBUN - Penyebaran covid-19 varian Omicron terus meluas ke berbagai negara, dan berpotensi menjadi ancaman besar bagi dunia. Terbaru, virus itu terkonfirmasi sudah masuk di Malaysia dan Singapura.

Dengan kecepatan penularan yang disebut 500 persen, atau lima kali lipat dari covid-19 varian Delta, virus asal Afrika bagian selatan itu kini tercatat sudah terdeteksi di 30 negara.

Pada Jumat (3/12), Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin mengungkapkan, telah mendeteksi kasus pertama virus corona varian Omicron pada seorang mahasiswa asing yang dikarantina setelah tiba dari Afrika Selatan dua minggu lalu.

Menurut dia, pihak berwenang terlah menguji ulang sampel positif setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian Omicron sebagai variant of concern pada 24 November lalu.

“Wanita berusia 19 tahun, yang tidak menunjukkan gejala dan telah divaksinasi itu dinyatakan positif covid-19 pada saat tiba di Malaysia, melalui Singapura, dan dikarantina selama 10 hari sebelum dibebaskan pada 29 November,” katanya.

Lima orang lain yang berada dalam satu kendaraan dengannya sebelum karantina, semuanya dinyatakan negatif.

“Mahasiswa asing yang terinfeksi bersama dengan delapan orang kontak erat telah diminta pihak berwenang untuk menjalani pengujian lebih lanjut, setelah sampel tes sebelumnya dikonfirmasi sebagai varian baru,” tambah Khairy.

Sebelumnya, pada Kamis (2/12), Kementrian Kesehatan Singapura juga telah mengonfirmasi dua kasus positif yang kemungkinan varian Omicron.

Kedua kasus tiba dari Johannesburg dengan penerbangan Singapore Airlines SQ479 pada Rabu (1/12).

Kasus pertama adalah penduduk tetap Singapura berusia 44 tahun yang melakukan perjalanan dari Mozambik dan transit di Johannesburg. Dia telah dites negatif covid-19 dalam tes pra-keberangkatannya di Mozambik pada 29 November.

Kasus kedua adalah seorang wanita Singapura berusia 41 tahun, yang melakukan perjalanan dari Afrika Selatan. Dia telah dites negatif covid-19 dalam tes pra-keberangkatannya di Johannesburg pada 29 November.

“Mereka telah menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) setibanya di Singapura, dan langsung dibawa ke fasilitas khusus stay-home notice (SHN) untuk diisolasi sambil menunggu hasil tes mereka. Hasil tes PCR mereka mengungkapkan adanya S-gene Target Failure, yang kemungkinan terkait dengan varian Omicron,” jelas Kementrian Kesehatan.

Kementrian Kesehatan menyatakan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional sedang melakukan pengurutan seluruh genom untuk mengonfirmasi apakah kedua kasus tersebut memang varian Omicron.

Kedua orang tersebut langsung diisolasi setibanya di Singapura pada hari Rabu, dan tidak memiliki interaksi dengan siapa pun.

"Saat ini tidak ada bukti penularan komunitas dari kasus-kasus ini," kata Kementrian Kesehatan Singapura dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Kesehatan Singapura menambahkan, kedua orang tersebut saat ini dalam pemulihan di bangsal isolasi di Pusat Penyakit Menular. Mereka telah divaksinasi lengkap, dan memiliki gejala ringan batuk dan tenggorokan gatal. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved