Breaking News:

Berita Kudus

ASN di Kudus Tetap Tak Boleh Cuti Meski Pemerintah Batal Berlakukan PPKM Level 3

Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kudus tetap tidak boleh ambil cuti atau ke luar lota sejak tanggal 20 Desember 2021

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Muhammad Sholekan 
Petugas Satlantas Polresta Solo saat melakukan penyekatan dalam rangka penerapan PPKM di Pos Faroka, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG COM, KUDUS - Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kudus tetap tidak boleh ambil cuti atau ke luar lota sejak tanggal 20 Desember 2021 hingga awal Januari 2022. Hal itu merupakan bentuk kewaspadaan berikut antisipasi penyebaran Covid-19.


Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Kudus, Agus Budi Satrio mengatakan, meski pemerintah pusat mencabut rencana pemberlakuan PPKM level 3 untuk seluruh wilayah di Tanah Air, namun untuk pihaknya tetap mewaspadai potensi lonjakan kasus aktif Covid-19.


Bentuk kewaspadaan tersebut di antaranya ASN tetap tidak boleh ke luar kota dan ambil cuti sejak 20 Desember 2021 sampai awal Januari 2022. 


"Tetap kami waspadai. Untuk ASN disampaikan Pak Sekda tetap membatasi diri selama informasi kemarin sejak tanggal 20 (Desember 2021) tidak boleh ke luar kota dan ini belum ada kebijakan lain. Cuti sejak tanggal 20 (Desember 2021) juga tidak boleh," kata Agus, Selasa (8/12/2021).


Informasi pembatalan rencana pemberlakuan PPKM level 3 untuk seluruh wilayah di Tanah Air, kata Agus, sampai saat ini baru diketahui pihaknya dari pemberitaan media. Sementara secara resmi perihal kebijakan apa yang dilakukan pemerintah pusat pada akhir tahun belum sampai kepada pihaknya.


"Kalau memang betul tidak diberlakukan (PPKM levek3) apa yang harus kami lakukan, kami belum ada arahan," kata dia.


Agus mengatakan, saat ini Kudus menduduki level 2 dalam PPKM. Pemberlakuan tersebut berdasarkan instruksi bupati akan berlangsung sampai pada 13 Desember 2021. Sampai saat ini, kata dia, pihak pemerintah daerah masig gencar melakukan vaksinasi.


"Semoga dengan vaksin yang kita geber bisa mensuport landainya (level PPKM)," kata dia.


Menurut Agus, pihaknya senantiasa waspada atas bayang-bayang lonjakan kasus aktif Covid-19. Namun, kata dia, pihaknya percaya bahwa dalam keterangan secara medis vaksinasi mampu menekan penyebaran kasus Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved