Berita Batang
Rintis Durian Unggulan, Tabah Ingin Hidupkan Kembali Sentra Durian Desa Tegalombo Batang
Desa Tegalombo, Kecamatan Tersono, sempat menjadi sentra penghasil durian terbaik di Kabupaten Batang.
Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Desa Tegalombo, Kecamatan Tersono, sempat menjadi sentra penghasil durian terbaik di Kabupaten Batang.
Namun desakan kebutuhan ekonomi membuat petani durian menebang dan menjual pohon mereka satu persatu.
Lambat laun tanaman durian yang ada pun semakin sedikit dan semakin meredup.
Baca juga: Tim Pencari Korban Lahar Dingin Gunung Merapi Temukan Jenazah Hendri Susanto Terpendam Pasir 3 Meter
Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Beri Waktu Dua Minggu pada Tiga Daerah di Jateng Percepat Vaksinasi
Baca juga: Berikut Data Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Pasar Cilongok Banyumas yang Tewaskan Satu Orang
Hal itu yang membuat Tabah Hariyanto berinisiatif untuk kembali menghidupkan sentra durian di desanya.
"Tujuan utama saya, karena dulunya desa Tegalombo ini penghasil durian terbaik di Batang, kemudian kebutuhan karena kebutuhan ekonomi jadi banyak yang ditebang semakin kesini meredup, jadi saya inisiatif kembali hidupkan sentra durian unggulan di desa ini," tuturnya saat ditemui, Rabu (8/12/2021).
Dengan modal lahan 2 hektare, Tabah telah menanam sekitar 250-an pohon durian dengan tiga varietas durian unggulan yakni Musangking, Duri Hitam dan Bawor.
"Satu pohon bisa menghasilkan 30 buah untuk yang usia 8 tahun, dan 20an buah untuk yang usia 6 tahun, untuk panen pertahun itu bisa 1.300 an buah," ujarnya.
Dikatakannya, dalam perawatan buah durian dengan hasil kualitas bagus harus telaten dan rajin dalam pemupukan.
"Perawatan yang namanya raja buah tentu ada sulitnya namun jika ketemu SOP yang baku mudah, perlu pemupukan 5 kali setahun dari pemulihan tanaman merangsang pembungaan, menghindari bunga rontok, mengisi buah, dan saat pematangan buah," jelasnya.
Lebih lanjut untuk saat ini durian yang siap panen yaitu varietas Bawor.
"Sebelumnya Duri Hitam dan Musangking, ini masih yang produktif siap panen bawor.
Untuk Bawor sendiri sebenarnya mirip dengan montong dari segi warna kuning ke orange, dagingnya tebal, dan memiliki rasa manis pait diujung serta creamy," ujarnya.
Durian yang dihasilkan Tabah pun telah laris di pasaran, bahkan sebagian tanaman sudah dikontrak hingga 2024.
"Saya jual melalui online di sosmed, banyak yang pesan dari luar kota, kalau yang ingin wisata kebun saya ajak langsung kesini peting langsung dan makan di tempat," imbuhnya.
Baca juga: Tim Pencari Korban Lahar Dingin Gunung Merapi Temukan Jenazah Hendri Susanto Terpendam Pasir 3 Meter
Baca juga: Prediksi Persib Bandung Vs Persebaya BRI Liga 1 2021, H2H, Susunan Pemain dan Link Live Streaming
Baca juga: Polres Wonogiri Kerja Bakti Resik-resik Sisa Longsor pinggir jalan Dusun Janganti
Durian Bawor dijual perkilogram yakni berkisar Rp 100 Ribu hingga Rp 125 Ribu perkilogramnya.
"Harapannya dengan saya berinisitif menanam dan menghasilkan durian unggulan bisa menularkan kepada warga Tegalombo lainnya sehingga sentra penghasil durian Tegalombo kembali hidup dan sekaligus mengangkat ekonomi warga," pungkasnya. (*)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :